DPRD Surabaya Dorong Keluarga Tinggalkan Mitos Pengasuhan Bayi

oleh -23 Dilihat
oleh
DPRD Surabaya Dorong Keluarga Tinggalkan Mitos Pengasuhan Bayi
DPRD Surabaya Dorong Keluarga Tinggalkan Mitos Pengasuhan Bayi
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – DPRD Kota Surabaya mendorong keluarga meninggalkan mitos pengasuhan yang berisiko bagi bayi. Edukasi mengenai pola asuh yang tepat menjadi penting agar orang tua tidak menjadikan kebiasaan turun-temurun sebagai satu-satunya acuan dalam merawat buah hati.

Pengasuhan bayi membutuhkan pemahaman mengenai kebutuhan kesehatan, keselamatan, nutrisi, dan tumbuh kembang anak. Karena itu, informasi yang diterima keluarga perlu dipastikan kebenarannya, terutama apabila berkaitan dengan tindakan yang berpotensi membahayakan bayi.

Di tengah kuatnya tradisi keluarga, sejumlah kebiasaan pengasuhan perlu ditinjau berdasarkan informasi kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan. Nasihat dari orang tua atau kerabat dapat menjadi pengalaman berharga, tetapi tidak seharusnya menggantikan panduan tenaga kesehatan.

Edukasi Keluarga Jadi Kunci

Upaya meninggalkan mitos pengasuhan bukan berarti mengabaikan tradisi, melainkan memilah kebiasaan yang aman dan yang berisiko. Orang tua perlu mendapatkan akses terhadap informasi yang benar agar dapat mengambil keputusan sesuai kebutuhan bayi.

Keluarga juga perlu berkonsultasi dengan dokter, bidan, atau tenaga kesehatan apabila menemukan informasi yang meragukan, terutama terkait pemberian makanan dan minuman, perawatan tali pusat, pola tidur, serta penanganan ketika bayi mengalami gangguan kesehatan.

Pemberian informasi yang mudah dipahami menjadi bagian penting dari pencegahan risiko. Edukasi tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi perlu menjangkau orang tua, anggota keluarga yang turut mengasuh bayi, serta lingkungan masyarakat.

Perlindungan Bayi Membutuhkan Informasi Akurat

Dari sisi perlindungan anak, pengasuhan yang aman merupakan bagian penting dalam memenuhi hak bayi untuk tumbuh dan berkembang. Keluarga perlu memastikan setiap keputusan pengasuhan mengutamakan keselamatan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Tenaga kesehatan dan pemangku kebijakan juga memiliki peran dalam memperluas literasi kesehatan keluarga. Informasi yang akurat, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan masyarakat dapat membantu mencegah praktik pengasuhan yang berpotensi menimbulkan risiko.

Masyarakat pun diharapkan tidak langsung menyebarkan saran pengasuhan yang belum terverifikasi, khususnya melalui media sosial. Informasi kesehatan yang keliru dapat memengaruhi keputusan orang tua dan berakibat pada keselamatan bayi.

Penguatan edukasi keluarga menjadi langkah penting untuk membangun pola pengasuhan yang lebih aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.