DPRD Soroti Lambannya Program Strategis di Surabaya

oleh -55 Dilihat
oleh
DPRD Soroti Lambannya Program Strategis di Surabaya
Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 dimanfaatkan untuk mengkritisi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan sejumlah program strategis di Kota Pahlawan. Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan agar pembangunan kota tidak hanya terlihat di tingkat kebijakan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Cahyo, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan pusat pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia Timur, Surabaya dituntut mampu menjadi representasi pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter. Namun, sejumlah program strategis yang menjadi prioritas pemerintah pusat dinilai masih menghadapi kendala dalam implementasinya di lapangan.

“Sekolah Rakyat menjadi salah satu program yang perlu mendapat perhatian serius. Hingga kini proses pembangunan masih berlangsung, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan terus meningkat. Program ini diharapkan dapat segera beroperasi pada tahun ajaran baru,” kata Cahyo, Minggu (31/5/2026).

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur tersebut mengakui Pemerintah Kota Surabaya telah menunjukkan komitmen dalam menjalankan program-program nasional. Namun, percepatan realisasi dinilai menjadi faktor penting agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat luas.

Sorotan juga diarahkan pada pengembangan Koperasi Merah Putih yang dinilai masih perlu diperluas. Cahyo menegaskan program tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis kampung sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil.

Selain itu, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian khusus. Berdasarkan data yang dihimpun, kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Surabaya diperkirakan mencapai 177 unit. Namun hingga saat ini, jumlah dapur yang telah beroperasi disebut baru sekitar 15 persen dari kebutuhan ideal.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat perluasan cakupan penerima manfaat program MBG. Padahal, apabila seluruh dapur SPPG dapat direalisasikan, program tersebut diperkirakan mampu membuka sedikitnya 8.300 lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Cahyo mengungkapkan keterbatasan lahan menjadi salah satu hambatan utama pembangunan dapur SPPG di wilayah perkotaan. Karena itu, ia mendorong adanya fleksibilitas kebijakan dan dukungan dari pemerintah pusat agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal di kota metropolitan seperti Surabaya.

Di sektor kesehatan, Cahyo mengapresiasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dinilai telah berjalan cukup baik. Meski demikian, tingkat partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu ditingkatkan melalui sosialisasi yang lebih masif hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan lingkungan kampung.

Menjelang usia ke-733 tahun, Cahyo menegaskan Surabaya tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah kota juga dituntut memastikan pemerataan pelayanan publik, penguatan transportasi massal, serta percepatan pelaksanaan program strategis agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.