DPRD Jatim Kawal Penahanan Ijazah dan Infrastruktur

oleh -51 Dilihat
oleh
DPRD Jatim Kawal Penahanan Ijazah dan Infrastruktur
DPRD Jatim Kawal Penahanan Ijazah dan Infrastruktur
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Adam Rusydi, menegaskan seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 akan dikawal hingga memasuki tahap pembahasan bersama pemerintah daerah dan diupayakan terealisasi. Persoalan penahanan ijazah, pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, hingga pemberdayaan UMKM menjadi sejumlah isu yang mendapat perhatian utama dalam laporan hasil reses.

Pernyataan tersebut disampaikan Adam Rusydi, Senin (3/8/2026), usai menuntaskan rangkaian reses selama sepekan. Menurutnya, seluruh masukan masyarakat telah didokumentasikan sebagai bahan perjuangan di DPRD Jawa Timur.

“Alhamdulillah selama sepekan ini kami telah menyelesaikan reses masa persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Banyak aspirasi masyarakat yang kami terima dan semuanya menjadi catatan penting untuk kami perjuangkan,” ujar Adam.

Hasil reses menunjukkan beragam persoalan yang disampaikan masyarakat berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan pelayanan publik. Selain pembangunan jalan, normalisasi sungai, saluran irigasi, dan penanganan sampah, warga juga mengusulkan percepatan penyelesaian persoalan pendidikan, pertanian, peternakan, hingga penguatan ekonomi masyarakat melalui program UMKM.

Adam merinci sejumlah usulan yang telah dicatat dalam laporan reses, antara lain pembangunan dan perbaikan jalan, normalisasi saluran irigasi dan sungai, renovasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru tingkat SMA, penyediaan pupuk, pendampingan petani, bantuan bibit dan alat pertanian, pengembangan sektor peternakan, penyelesaian persoalan penahanan ijazah, penataan aset pendidikan, beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), pelatihan bagi warga binaan, peningkatan kapasitas generasi muda, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Berbagai usulan tersebut telah kami catat dan kami bukukan dalam laporan reses,” katanya.

Menurut Adam, laporan reses tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi akan dibawa ke forum pembahasan bersama pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan dan penganggaran. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan aspirasi masyarakat memperoleh tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia menambahkan, DPRD Jawa Timur akan mengawal agar program-program yang dinilai menjadi kebutuhan prioritas masyarakat dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah.

“Besar harapan kami, seluruh program yang diusulkan masyarakat bisa kita kawal dan direalisasikan bersama-sama. Reses bukan hanya mendengar keluhan, tetapi menjadi langkah awal menghadirkan solusi,” ujarnya.

Dari sudut pandang tata kelola pemerintahan, hasil reses menjadi salah satu instrumen untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah. Aspirasi yang masuk selanjutnya akan dibahas bersama pemerintah daerah sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, isu penahanan ijazah yang turut menjadi perhatian masyarakat kembali mengemuka dalam forum reses. Penyampaian aspirasi tersebut menunjukkan masih adanya harapan masyarakat agar persoalan yang berkaitan dengan akses pendidikan dan hak administratif warga dapat memperoleh penyelesaian melalui mekanisme yang sesuai dengan kewenangan pemerintah dan lembaga terkait, tanpa mengesampingkan prinsip perlindungan hak masyarakat serta ketentuan hukum yang berlaku.

Adam mengakui masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Karena itu, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar kebijakan dan program pembangunan berjalan efektif.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Mohon doa agar seluruh usulan dan harapan masyarakat bisa kita wujudkan sehingga program-program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat selama pelaksanaan reses. Menurutnya, keterlibatan warga dalam menyampaikan aspirasi menjadi modal penting bagi penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran serta menjawab kebutuhan riil masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang telah mengikuti kegiatan reses dengan baik. Semoga apa yang kita ikhtiarkan bersama menjadi kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkas Adam.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.