Disperkimhub dan Satlantas Sumenep Bakal Tindak Tegas Parkir Semrawut serta Pelanggaran Jam Truk.

oleh -31 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261013-WA0006

SUMENEP, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bergerak cepat mengatasi dua masalah utama lalu lintas di kawasan perkotaan, parkir semrawut dan truk yang melanggar jam operasional.

Melalui sinergi Forum Lalu Lintas, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) bersama Satlantas Polresta Sumenep menyiapkan langkah tegas, mulai dari sosialisasi persuasif hingga sanksi tilang bagi para pelanggar.

​Penataan ini difokuskan pada sejumlah titik krusial guna mengurai hambatan lalu lintas dan mengantisipasi potensi kemacetan. Dua ruas jalan utama yang menjadi prioritas penataan parkir tahap awal adalah Jalan Diponegoro dan Jalan Teuku Umar.

​Selain masalah parkir, pembatasan dan pengendalian kendaraan berat (truk) yang melintas di area perkotaan di luar jam operasional juga menjadi agenda mendesak. Penanganan isu ini dinilai membutuhkan sinergi ketat antarinstansi agar penertiban tidak berjalan parsial, melainkan efektif sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.

​Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Disperkimhub Sumenep, Nouvael, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa proses penegakan hukum lalu lintas sepenuhnya merupakan kewenangan pihak kepolisian, sementara Disperkimhub mendukung penuh dari sisi koordinasi dan fasilitas penunjang.

​”Untuk tahap awal, hasil pembahasan bersama Kasat Lantas disepakati berupa pemberian imbauan dan edukasi terlebih dahulu. Namun, jika imbauan tersebut tidak diindahkan, tindakan tegas berupa tilang akan diberlakukan,” tegas Nouvael pada Selasa (13/10/2026).

​Pernyataan ini menegaskan komitmen Forum Lalu Lintas bahwa tindakan di lapangan tidak sekadar imbauan formalitas, melainkan diimbangi penegakan hukum yang terukur bagi pengendara yang membandel.

​Langkah penertiban ini akan terus dimatangkan melalui evaluasi berkala dalam rapat Forum Lalu Lintas bulanan. Forum tersebut menjadi wadah strategis lintas instansi untuk mengidentifikasi dinamika di lapangan sekaligus menyusun pemetaan solusinya.

​Nouvael berharap, penataan parkir dan penertiban jadwal angkutan barang ini dapat mengembalikan kelancaran arus kendaraan di pusat Kota Sumenep. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

​”Harapan kita bersama, arus transportasi ke depan semakin lancar dan bebas kemacetan. Kami mengimbau masyarakat untuk tumbuh kesadarannya dan mematuhi aturan lalu lintas, karena upaya ini tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif warga,” tutupnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.