Disnaker Mojokerto Belum Terima Laporan PHK

oleh -22 Dilihat
oleh
Disnaker Mojokerto Belum Terima Laporan PHK
Ilustrasi Buruh PHK Massal. Foto: AI ChatGPT
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan resmi maupun informasi tertulis terkait isu potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang disebut-sebut akan terjadi di dua perusahaan komponen otomotif di Jawa Timur, salah satunya berada di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, menegaskan pihaknya belum memperoleh pemberitahuan dari perusahaan terkait maupun dokumen resmi yang menguatkan kabar rencana PHK tersebut. “Belum ada,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).

Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan adanya potensi PHK dalam skala besar di dua perusahaan komponen otomotif yang beroperasi di wilayah Pasuruan dan Mojokerto.

Said Iqbal menyebut dua perusahaan tersebut merupakan bagian dari grup industri otomotif asal Jepang yang saat ini tengah melakukan pergeseran strategi bisnis ke sektor kendaraan listrik. Dalam proses itu, perusahaan disebut akan mengalihkan sebagian produksi ke Vietnam yang dinilai lebih kompetitif.

“Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga yang bisa terkena PHK,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers.

Meski demikian, hingga kini identitas resmi perusahaan belum dipublikasikan secara terbuka, termasuk jumlah pasti pekerja yang berpotensi terdampak dari rencana tersebut.

Disnaker Kabupaten Mojokerto menyatakan akan terus memantau perkembangan informasi tersebut dan menunggu laporan resmi dari pihak perusahaan apabila benar terjadi rencana restrukturisasi atau pengurangan tenaga kerja di sektor industri otomotif tersebut. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.