Diprovokasi Teriakan ‘Begal’, Warga Bangkalan Main Hakim Sendiri hingga Korban Kritis

oleh -41 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​BANGKALAN,garudasatunews.id – Aksi main hakim sendiri kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Seorang pemuda berinisial MR menjadi korban amuk massa di Jalan Raya Besel, Kecamatan Burneh, setelah diteriaki sebagai pelaku begal. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka parah di sekujur tubuh dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

 

 

​Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, MR dipastikan bukan pelaku kriminalitas atau begal. Peristiwa tragis ini murni dipicu oleh perselisihan antarkelompok pemuda.

​Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah ditangani oleh Satreskrim Polres Bangkalan.

​”Kasusnya sedang ditangani Satreskrim Polres Bangkalan. Korban sudah kami evakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Ipda Agung, Minggu (14/6/2026).

 

 

​Kronologi Kejadian

– ​Ketegangan Awal : Peristiwa bermula saat dua kelompok pemuda, termasuk korban, terlibat kesalahpahaman saat berkumpul di sekitar Stadion Gelora Bangkalan. Meski sempat dilerai warga, ketegangan rupanya berlanjut.

– ​Pertemuan Dini Hari : Kedua kelompok kembali berpapasan secara kebetulan di Jalan Raya Besel hingga terjadi bentrokan fisik. Karena kalah jumlah, rekan-rekan MR melarikan diri, sementara korban tertinggal di lokasi.

– ​Provokasi Massa : Saat pengeroyokan terjadi, salah satu anggota kelompok lawan sengaja meneriaki korban sebagai “begal” untuk memancing amarah warga sekitar.

​Mendengar teriakan tersebut, warga yang berada di lokasi langsung terpancing tanpa mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Aksi brutal massa sempat terekam kamera dan viral, memperlihatkan korban yang sudah tidak berdaya di dalam selokan tetap menjadi sasaran amukan.

 

 

​Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok pemuda yang memicu perkelahian serta pelaku yang menyebarkan provokasi palsu tersebut.

“Kami masih mendalami terkait motif aslinya karena yang beredar di masyarakat memang ada isu begal tersebut,” tutup Ipda Agung.(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.