Diksar GSNI Blitar Raya Bekali Gen Z

oleh -28 Dilihat
oleh
Diksar GSNI Blitar Raya Bekali Gen Z
Peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) GSNI Blitar Raya
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Blitar Raya menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) bagi pelajar generasi Z (Gen Z) di Pendopo Sasana Adhi Praja, Kabupaten Blitar, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat nasionalisme, karakter Pancasila, kesehatan mental serta keterampilan menghadapi tantangan masa depan.

Mengusung tema “Membentuk Pelajar Nasionalis dan Berkarakter Pancasila”, Diksar menjadi bagian dari proses kaderisasi pelajar. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan organisasi, tetapi juga menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari kesehatan mental, anti-perundungan, nasionalisme, patriotisme hingga tantangan ekonomi digital.

Dalam materi orientasi organisasi, peserta diperkenalkan dengan sejarah GSNI yang berdiri pada 2 Januari 1959 melalui fusi Gerakan Siswa Nasional dan Ikatan Pelajar Nasional Indonesia. Peserta juga diperkenalkan dengan empat pilar perjuangan organisasi, yakni mengawal Pancasila dan UUD 1945, membangun kesadaran nasional, memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan serta membentuk pelajar yang kritis dan kreatif.

Aspek kesehatan mental dan anti-bullying turut menjadi perhatian. Materi dikemas melalui permainan interaktif, kegiatan menulis serta tantangan anti-perundungan. Pendekatan tersebut diarahkan agar peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat potensi orang lain.

Materi lainnya membahas Marhaenisme dalam konteks perkembangan ekonomi digital. Peserta diajak melihat perubahan pola kerja yang melahirkan profesi seperti pekerja gig, kurir digital dan kreator konten. Pembahasan tersebut menyoroti peluang sekaligus kerentanan yang dapat muncul dalam sistem ekonomi digital.

Penguatan nasionalisme dan patriotisme juga menjadi bagian utama Diksar. Peserta diajak memahami perbedaan nasionalisme dengan chauvinisme dan sektarianisme. Sementara materi Pancasila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana pelajar menghadapi hoaks, cyberbullying dan berbagai persoalan di ruang digital.

Tidak berhenti pada wawasan kebangsaan, peserta juga memperoleh materi keterampilan masa depan atau 4C, yaitu communication, collaboration, critical thinking, dan creativity. Kemampuan menggunakan media sosial secara bijak turut ditekankan sebagai bagian dari kesiapan generasi muda menghadapi perubahan teknologi.

Diksar juga memperkenalkan prinsip POAC atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling sebagai kerangka pengelolaan kegiatan organisasi. Pendekatan ini diarahkan agar aktivitas pelajar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian materi tersebut memperlihatkan bahwa tantangan kaderisasi pelajar saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemahaman nasionalisme, tetapi juga kemampuan menghadapi tekanan sosial, perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja serta dinamika komunikasi digital.

Melalui Diksar, GSNI Blitar Raya mendorong peserta untuk mengembangkan karakter, daya kritis, solidaritas dan kepedulian sosial sebagai bekal mengambil peran di tengah masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.