Delapan Terduga Pelaku Lempar Bondet Ditangkap Polisi

oleh -33 Dilihat
oleh
Delapan Terduga Pelaku Lempar Bondet Ditangkap Polisi
Ikustrasi: Delapan Terduga Pelaku Lempar Bondet Ditangkap Polisi
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Aparat Kepolisian Resor Probolinggo Kota mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan bondet yang melukai seorang pemuda saat bermain sepak bola di Jalan Ikan Tengiri, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) dini hari itu kini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap motif serta peran masing-masing pihak yang diamankan.

Korban, Muhammad Toni (23), warga Kelurahan Mayangan, mengalami luka pada paha kanan akibat serpihan ledakan bahan peledak rakitan. Berdasarkan keterangan korban, insiden terjadi sekitar pukul 00.30 WIB ketika dirinya bersama sejumlah rekannya memanfaatkan ruas jalan yang sepi untuk bermain sepak bola.

Menurut keterangan yang dihimpun, tiga orang yang datang menggunakan dua sepeda motor diduga menghampiri lokasi. Salah seorang yang dibonceng diduga melempar bondet ke arah kelompok korban sebelum seluruh pelaku melarikan diri ke arah barat usai terjadi ledakan.

Suara ledakan sempat mengejutkan warga sekitar. Namun, sebagian warga mengira suara tersebut berasal dari ban kendaraan yang pecah sehingga tidak segera menyadari telah terjadi dugaan tindak pidana menggunakan bahan peledak rakitan.

Korban mengaku baru mengetahui dirinya terluka setelah melihat darah membasahi celananya. Ia kemudian menjalani perawatan medis di RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo dan mendapatkan empat jahitan pada luka di paha kanannya.

Berbekal laporan korban serta hasil penyelidikan di lapangan, polisi melakukan penelusuran hingga mengamankan delapan terduga pelaku di sebuah lokasi di kawasan Jalan Lumajang, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran.

Kapolsek Mayangan, Kompol Heri Sugiono, menyampaikan bahwa dari delapan orang yang diamankan, tiga orang diduga berperan sebagai pelaku pelemparan bondet. Sementara seorang lainnya yang masih berstatus pelajar diduga terlibat dalam pembuatan bondet. Penanganan terhadap yang bersangkutan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak, sehingga identitasnya tidak dipublikasikan.

Selain itu, hasil pemeriksaan awal menunjukkan para terduga pelaku mengakui telah melakukan aksi serupa di dua lokasi berbeda pada malam yang sama, yakni di Jalan Lumajang dan Jalan Ikan Tengiri.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, mereka mengaku melakukan pelemparan bondet di dua lokasi berbeda,” ujar Kompol Heri.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga menyita tiga bilah senjata tajam jenis celurit yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut. Seluruh barang bukti bersama para terduga pelaku kini diamankan di Mapolres Probolinggo Kota untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kepada penyidik, korban mengaku memperoleh informasi bahwa aksi tersebut diduga dipicu persoalan antarkelompok yang telah terjadi sebelumnya. Namun, korban menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan dengan persoalan tersebut dan mengaku menjadi sasaran secara keliru.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengatakan penyidik masih melengkapi pemeriksaan sebelum menyampaikan keterangan resmi secara lengkap kepada publik.

“Kasus ini masih dalam proses pendalaman. Penyidik sedang melengkapi hasil pemeriksaan dan pengumpulan data,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih mendalami motif, asal-usul bahan peledak rakitan yang digunakan, serta keterlibatan masing-masing terduga pelaku. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat, menyimpan, maupun menggunakan bahan peledak rakitan karena berpotensi membahayakan keselamatan publik serta dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.