PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, kembali melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus pembinaan bagi jemaah haji di wilayah setempat.
Kehadiran Dahnil tidak hanya ditempatkan sebagai agenda silaturahmi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah, jemaah haji, serta lingkungan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi penting dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam agenda tersebut, pembinaan jemaah menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Pemerintah mendorong agar hubungan antara petugas dan jemaah tidak berhenti pada pelayanan administratif maupun teknis keberangkatan, tetapi berkembang menjadi komunikasi yang mampu memperkuat kesiapan jemaah.
Dahnil sebelumnya menekankan pentingnya membangun engagement yang kuat antara aparatur Kementerian Haji dan Umrah dengan jemaah sejak dini. Menurutnya, kedekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ta’liful qulub atau keterikatan hati melalui silaturahmi.
Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan arah baru penyelenggaraan haji yang tidak semata berorientasi pada keberangkatan dan pelayanan selama berada di Tanah Suci. Pemerintah juga menempatkan pembinaan dan transformasi nilai sebagai bagian penting dari proses penyelenggaraan ibadah haji.
Dahnil sebelumnya menyebut penyelenggaraan haji perlu menghasilkan transformasi nilai kebangsaan, moral, peradaban dan keadaban. Gagasan itu dirumuskan melalui konsep Tri Sukses, yakni sukses ritual, sukses ekonomi, serta sukses peradaban dan keadaban.
Dalam konteks jemaah di Pamekasan, silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah sekaligus mendorong kemandirian jemaah. Kemandirian menjadi aspek penting karena jemaah diharapkan tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga mampu mempersiapkan diri secara fisik, mental, pengetahuan dan sosial.
Kunjungan ke lingkungan pesantren juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan unsur masyarakat dalam membangun ekosistem pembinaan jemaah. Pesantren dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis sebagai bagian dari lingkungan sosial yang dekat dengan calon maupun jemaah haji.
Di sisi lain, penguatan komunikasi sejak awal dapat menjadi instrumen penting untuk memastikan berbagai kebutuhan jemaah dapat diketahui lebih cepat. Pola hubungan yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
Agenda Dahnil di Pamekasan dengan demikian tidak sebatas seremoni kunjungan. Silaturahmi tersebut membawa pesan bahwa penyelenggaraan haji membutuhkan pembinaan berkelanjutan, kedekatan dengan jemaah, serta keterlibatan masyarakat agar tujuan ibadah sekaligus pembentukan karakter dapat berjalan beriringan.
(Red-Garudasatunews)















