CKG Tulungagung Ungkap Hipertensi dan Diabetes Usia Produktif

oleh -7 Dilihat
oleh
CKG Tulungagung Ungkap Hipertensi dan Diabetes Usia Produktif
Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tulungagung.
banner 468x60

TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tulungagung mulai mengungkap persoalan serius terkait penyakit tidak menular. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, petugas kesehatan menemukan cukup banyak kasus hipertensi dan diabetes melitus, termasuk pada kelompok usia produktif.

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menyebut capaian program CKG hingga awal September 2026 baru mencapai sekitar 22 persen dari jumlah penduduk. Angka tersebut meningkat sekitar 6 hingga 7 persen dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih jauh dari target yang hendak dicapai pemerintah daerah.

“Temuan yang paling banyak tetap hipertensi dan diabetes melitus di usia produktif,” kata Desi.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena hipertensi dan diabetes merupakan penyakit kronis yang sering berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal. Program CKG sekaligus membuka peluang deteksi lebih dini terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang sebelumnya tidak diketahui.

Dinas Kesehatan Tulungagung menargetkan cakupan pemeriksaan dapat mencapai 46 persen hingga akhir 2026. Namun, dengan waktu tersisa sekitar empat bulan dan capaian baru 22 persen, percepatan pelaksanaan menjadi tantangan tersendiri.

“Harapannya kami bisa mencapai 46 persen di akhir tahun. Agak berat, karena waktu kami tinggal empat bulan,” ujar Desi.

Untuk mengejar target tersebut, pelaksanaan CKG akan diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Sekretaris Daerah Tulungagung disebut akan mengoordinasikan percepatan program dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa hingga sekolah.

Pada Agustus 2026, Dinas Kesehatan Tulungagung memfokuskan pelaksanaan CKG kepada pelajar. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya rampung sehingga diperpanjang hingga September. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan tenaga kesehatan yang tersedia untuk menjalankan pemeriksaan.

Di sisi lain, munculnya hipertensi dan diabetes melitus sebagai temuan dominan pada kelompok usia produktif memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat tidak semata berkaitan dengan kelompok lanjut usia. Kondisi tersebut menjadi sinyal penting perlunya pemeriksaan berkala dan tindak lanjut medis bagi warga yang terindikasi memiliki faktor risiko.

Kementerian Kesehatan sendiri menegaskan bahwa CKG tidak berhenti pada kegiatan skrining. Pada 2026, program tersebut mulai diperkuat dengan tahap tata laksana atau pengobatan bagi peserta yang telah terdiagnosis penyakit kronis, terutama hipertensi dan diabetes melitus.

Karena itu, tantangan CKG di Tulungagung bukan hanya mengejar persentase jumlah peserta. Efektivitas program juga akan ditentukan oleh sejauh mana temuan pemeriksaan benar-benar ditindaklanjuti melalui konseling, pemeriksaan lanjutan, pengobatan maupun rujukan sesuai indikasi medis.

Dengan capaian yang masih 22 persen, pemerintah daerah kini dituntut tidak sekadar mempercepat angka kepesertaan, tetapi memastikan setiap temuan kesehatan dari CKG memperoleh penanganan yang tepat agar deteksi dini tidak berhenti sebagai data pemeriksaan semata.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.