Jember Kedua Terbanyak Lokus TBC di Jatim

oleh -18 Dilihat
oleh
Jember Kedua Terbanyak Lokus TBC di Jatim
Jember Kedua Terbanyak Lokus TBC di Jatim
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Kabupaten Jember tercatat sebagai daerah dengan jumlah lokus tuberkulosis (TBC) terbanyak kedua di Jawa Timur berdasarkan hasil penelusuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Temuan tersebut menempatkan Jember setelah Kota Surabaya dalam pemetaan penyebaran kasus yang menjadi fokus percepatan pengendalian penyakit menular tersebut.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terdapat 5.766 lokus TBC yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Kota Surabaya menempati posisi tertinggi dengan 725 lokus, disusul Kabupaten Jember sebanyak 324 lokus. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Kabupaten Sidoarjo (291), Kabupaten Malang (239), Banyuwangi (219), Gresik (212), Lamongan (210), Kabupaten Pasuruan (204), Kabupaten Kediri (190), dan Jombang (173).

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan tingginya jumlah kasus TBC masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Menurutnya, Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus tuberkulosis sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih agresif.

“Indonesia masih menjadi negara dengan kasus tuberkulosis terbesar kedua di dunia. Padahal penyakit ini sudah tersedia pengobatannya sehingga upaya penemuan dan pengobatan harus dipercepat,” ujar Benjamin saat peluncuran program homecare bagi warga miskin di Puskesmas Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jumat (24/7/2026).

Benjamin menyampaikan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pengendalian TBC dan meminta Kementerian Kesehatan mempercepat penurunan angka kasus sebagai bagian dari target peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menuju Indonesia yang lebih maju.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan mengoptimalkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di 53.335 titik layanan di seluruh Indonesia. Salah satu fokus program tersebut adalah pemeriksaan foto rontgen terhadap individu yang tinggal serumah maupun memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Menurut Benjamin, strategi tersebut dinilai penting karena tuberkulosis merupakan penyakit menular yang dapat menyebar di lingkungan keluarga maupun komunitas apabila kontak erat tidak segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan.

Selain pemeriksaan, pemerintah juga menyiapkan terapi pencegahan bagi individu yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC namun belum menunjukkan gejala. Terapi dilakukan melalui pemberian obat pencegahan sesuai ketentuan medis guna memutus rantai penularan sebelum penyakit berkembang.

Untuk memperluas jangkauan deteksi dini, layanan pemeriksaan rontgen direncanakan dapat dilakukan hingga tingkat desa melalui kantor desa maupun posyandu sehingga masyarakat memperoleh akses pemeriksaan yang lebih mudah dan cepat.

Benjamin juga meminta Pemerintah Kabupaten Jember mengawal pelaksanaan program hingga tingkat desa agar proses penelusuran kasus, deteksi dini, pengobatan, serta pencegahan penularan dapat berjalan lebih efektif.

Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu menurunkan jumlah kasus TBC di Kabupaten Jember sekaligus mendukung target nasional pengendalian tuberkulosis. Data lokus yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah intervensi kesehatan berbasis wilayah dengan tetap mengedepankan edukasi kepada masyarakat serta perlindungan hak-hak pasien sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.