Cahaya Hijau Menara Makkah Tandai Puncak Haji

oleh -33 Dilihat
oleh
Cahaya Hijau Menara Makkah Tandai Puncak Haji
Puncak Makkah Clock Tower memancarkan cahaya hijau yang menembus langit senja Kota Makkah, Arab Saudi menandai masuknya 1 Dzulhijjah.
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Puncak Menara Jam Zam Zam Tower di kompleks Abraj Al Bait, Kota Makkah, Arab Saudi, memancarkan cahaya hijau terang sesaat setelah azan Maghrib berkumandang, menandai resmi masuknya 1 Zulhijjah 1447 Hijriah, Senin (18/5/2026).

Sinyal visual dari menara ikonik tertinggi di dunia itu menjadi penanda dimulainya fase kritis penyelenggaraan ibadah haji. Ribuan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama ratusan ribu jemaah, termasuk asal Indonesia, kini memasuki tahap akhir persiapan menghadapi rangkaian Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Laporan wartawan Media Center Haji (MCH) Kemenag RI, Muhammad Isnan, menyebutkan tradisi penyalaan laser hijau tersebut secara konsisten digunakan otoritas Arab Saudi sebagai media informasi publik berbasis rukyatul hilal yang telah dinyatakan sahih.

Sorotan cahaya hijau yang menembus langit senja Makkah sekaligus menjadi alarm kesiapsiagaan bagi seluruh jemaah. Berdasarkan kalender haji yang telah ditetapkan, wukuf di Arafah dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, sedangkan Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Situasi itu memaksa PPIH memperketat pengawasan terhadap mobilitas jemaah, termasuk rombongan besar dari berbagai daerah di Jawa Timur yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya (SUB).

PPIH Arab Saudi juga mengeluarkan instruksi tegas agar jemaah menghentikan aktivitas ibadah sunah berlebihan yang berpotensi menguras kondisi fisik menjelang puncak haji.

Jemaah diminta tidak memaksakan diri menjalankan umrah sunah berulang, bepergian jauh untuk berbelanja, maupun berjalan kaki ke Masjidil Haram di tengah suhu ekstrem Makkah yang mencapai 44 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan rendah.

Ketahanan fisik menjadi faktor utama karena prosesi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga perjalanan melontar jumrah sejauh 4,5 kilometer menuju Jamarat melalui Terowongan Muaisim diperkirakan akan menguras energi jemaah secara maksimal.

Seluruh perhatian kini diarahkan pada proses pendorongan massal jemaah yang dijadwalkan mulai berlangsung serentak pada 8 Zulhijjah atau Senin, 25 Mei 2026.

Kementerian Agama RI memastikan seluruh skema perlindungan jemaah telah disiapkan penuh, mulai dari distribusi katering dengan jaminan 15 porsi makanan siap santap di Armuzna dan enam porsi di hotel, penyiagaan Tim Khusus Mina untuk pendampingan lansia, hingga penerapan skema murur bagi jemaah risiko tinggi agar tidak turun dari bus saat melintas Muzdalifah.

Red-Garudasatunews

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.