Buntut Griya Lansia Malang Tolak Penamaan Fasilitas Pakai Kata ‘BANI’, Bos Rokok Pamekasan Langsung Batalkan Donasi Rp2 Miliar.

oleh -33 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Polemik pembatalan bantuan dana kemanusiaan senilai Rp.2 miliar untuk Yayasan Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo terus bergulir. Kedua belah pihak, yakni pengelola yayasan, Arief Camra, dan pihak donatur, Ali Zainal Abidin (pemilik yayasan Bani Insan Peduli sekaligus pengusaha Rokok asal Pamekasan), kini saling memberikan klarifikasi terkait kronologi dan alasan di balik kegagalan kesepakatan tersebut.

 

 

​Versi Arief Camra : Keberatan Syarat Penamaan Fasilitas

​Pendiri sekaligus pengelola Griya Lansia, Arief Camra, secara terbuka membeberkan rincian aliran dana awal sebesar Rp250 juta yang sempat diterimanya dari total komitmen bantuan Rp2 miliar.

Menurut Arief, dari dana awal tersebut, sebesar Rp97,5 juta telah dialokasikan untuk kesejahteraan karyawan Griya Lansia dan dinyatakan hangus (tidak ditarik kembali) oleh donatur. Sementara sisanya, sebesar Rp152,5 juta, telah dikembalikan secara resmi.

​”Dari uang Rp250 juta yang sudah ditransfer itu, saya diminta untuk mengembalikan sisa dana setelah dikurangi dengan uang yang sudah sempat dibagikan kepada para karyawan. Sisa Rp152.500.000 sudah saya kembalikan. Semuanya saya sampaikan secara terbuka kepada publik,” ujar Arief, Minggu (12/7/2026).

 

​Arief menjelaskan, keretakan kerja sama ini dipicu oleh syarat dari pihak donatur yang dinilai terlalu mendikte secara sepihak di tengah jalan. Donatur meminta agar fasilitas sosial yang dibangun diubah namanya menjadi “Masjid Bani Griya Lansia” dan “Pemakaman Bani Griya Lansia” yang merujuk pada merek komersial produk rokok milik donatur.

 

​Arief menilai syarat tersebut tidak relevan dengan kesepakatan awal dan dapat mencederai integritas misi sosial yayasan. Menanggapi adanya ancaman jalur hukum dan framing negatif di media sosial, Arief menegaskan dirinya tidak gentar demi menjaga independensi lembaga yang dipimpinnya.

 

 

​Versi Ali Zainal Abidin: Bantah Batalkan Bantuan, Pertanyakan Pengembalian Dana

​Di pihak lain, pengusaha asal Pamekasan, Madura, Ali Zainal Abidin, membantah keras narasi bahwa dirinya secara sepihak membatalkan bantuan senilai Rp2 miliar tersebut. Melalui yayasan kemanusiaan miliknya, Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali menegaskan bahwa komitmen bantuan Rp2 miliar memang direncanakan cair secara bertahap, diawali dengan transfer pertama sebesar Rp250 juta.

 

 

​Dalam konferensi pers yang digelar di Surabaya pada Minggu (12/7/2026), Ali meluruskan bahwa perselisihan sebenarnya dipicu oleh aturan internal yayasannya mengenai transparansi penggalangan dana, bukan soal penamaan fasilitas.

​”Yang saya minta, kalau sudah saya bantu [penuh], tidak lagi membuka donasi [ke pihak lain untuk objek yang sama]. Selama ini kami tidak pernah bermasalah dalam menyalurkan bantuan ke tempat lain hingga seramai ini di media sosial,” jelas Ali.

​Ali kemudian mencontohkan rekam jejak yayasannya yang sukses menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar untuk pembangunan masjid tanpa kendala di yayasan milik Pak Purnomo (Polisi Baik) di Lamongan.

 

 

​Ali mengaku terkejut ketika pihak pengurus Griya Lansia tiba-tiba meminta nomor rekeningnya dan mengembalikan sisa uang tersebut secara sepihak.

“Tidak ada angin dan tidak ada hujan, (mereka) minta nomor rekening ke saya (untuk mengembalikan dana). Tentu ini menjadi pertanyaan besar bagi saya,” lanjutnya.

​Meski terjadi kesalahpahaman yang berujung pada pengembalian dana, Ali Zainal Abidin menyatakan bahwa hingga saat ini pihak BIP masih berupaya menjaga komunikasi yang baik dengan pengurus Yayasan Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo guna meredam konflik lebih lanjut.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.