Buku Bung Karno Jadi Materi Wajib Sekolah di Surabaya

oleh -21 Dilihat
oleh
Buku Bung Karno Jadi Materi Wajib Sekolah di Surabaya
Peluncuran Buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo oleh Pemkot Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan buku berjudul Bung Karno: “Aku Arek Suroboyo” di Balai Budaya Surabaya, Kamis (25/6/2026). Buku hasil kolaborasi empat penulis dari kalangan sejarawan dan akademisi tersebut direncanakan menjadi materi wajib bagi siswa SD dan SMP di bawah kewenangan Pemkot Surabaya.

Peluncuran buku dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji, jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, serta cucu Presiden RI pertama, Puti Guntur Soekarno, yang hadir sebagai pembicara.

Buku tersebut mengangkat perspektif Surabaya sebagai kota kelahiran sekaligus tempat awal perjalanan hidup Soekarno sebelum menjadi tokoh sentral perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain menyoroti pemikiran Bung Karno, buku itu juga mengulas pengaruh sejumlah tokoh bangsa di sekelilingnya, termasuk H.O.S. Cokroaminoto.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, Pemkot akan mendistribusikan buku tersebut secara luas dan mengintegrasikannya ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Nanti buku ini akan kami masukkan menjadi kurikulum wajib yang harus diikuti oleh seluruh sekolah SD dan SMP yang di bawah kewenangan Pemkot Surabaya,” ujar Eri Cahyadi di Balai Budaya Surabaya.

Menurut Eri, materi buku akan disisipkan dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun mata pelajaran sejarah agar peserta didik memahami perjalanan dan pemikiran Bung Karno sejak dini.

“Jadi kita akan tambahkan dalam ekstrakurikuler atau dalam pembelajaran sejarah. Kita akan ceritakan terkait dengan Soekarno,” katanya.

Puti Guntur Soekarno menilai buku tersebut dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sejarah Bung Karno dan kedekatannya dengan Kota Surabaya.

“Buku ini menjadi salah satu jalan bagaimana generasi muda khususnya dapat merasakan bagaimana perjalanan sejarah Bung Karno yang dilahirkan di Kota Surabaya,” ujar Puti.

Ia menjelaskan, penyusunan buku dilakukan melalui riset akademis dengan menelusuri berbagai sumber, mulai dari arsip, perpustakaan, dan museum di Indonesia hingga sejumlah referensi di Belanda.

“Ini juga didasari atas riset, karena ini memang yang membuat salah satunya juga akademisi. Kemudian juga didasari atas riset yang tidak hanya di arsip-arsip atau perpustakaan atau museum di Indonesia tetapi juga di luar negeri, di Belanda,” jelas Anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Sebagai informasi, buku Bung Karno: “Aku Arek Suroboyo” ditulis oleh Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta. Buku tersebut menyajikan narasi mengenai Bung Karno melalui perspektif Surabaya sebagai kota kelahiran dan tempat awal perjalanan hidupnya. Versi elektronik buku itu juga telah disediakan dan dapat diunduh melalui tautan bit.ly/BukuBungKarnoAkuArekSuroboyo.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.