Bromo Kembali Terbakar, Api Dekati Jembatan Kaca

oleh -16 Dilihat
oleh
Bromo Kembali Terbakar, Api Dekati Jembatan Kaca
Kebakaran terjadi di Kawasan Bromo, Kamis (27/8/2026).
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Titik api muncul di lereng timur Jembatan Kaca Bromo Sky Bridge, kawasan Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dan asap pekat membubung hingga mendekati kawasan wisata serta permukiman.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena muncul kembali hanya sekitar sepuluh hari setelah penanganan darurat karhutla sebelumnya dinyatakan selesai dan posko penanganan ditutup pada 17 Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran di kawasan Bromo masih belum sepenuhnya berakhir.

Informasi di lapangan menyebutkan, api pertama kali terlihat sejak Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Api kemudian kembali membesar pada Kamis pagi dan bergerak mengikuti kondisi vegetasi kering serta medan perbukitan yang terjal. Asap tebal terlihat dari sekitar jalur Jembatan Kaca hingga kawasan permukiman wisata.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief membenarkan terjadinya kebakaran. Tim gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat lebih luas.

Personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Probolinggo, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), pemadam kebakaran serta relawan turut dilibatkan. Sejumlah kendaraan tangki air juga diterjunkan untuk mendukung proses pemadaman di medan yang sulit dijangkau.

Api Mendekati Area Wisata dan Penginapan

Titik kebakaran berada di sekitar lereng timur Jembatan Kaca. Api dilaporkan merambat mendekati Homestay Tengger Indah serta sejumlah bangunan dan penginapan di kawasan wisata Cemoro Lawang. Situasi tersebut meningkatkan risiko terhadap aktivitas masyarakat dan wisatawan apabila arah rambatan api berubah.

Persoalan lain muncul dari kondisi medan. Selain lereng yang curam, laporan di lapangan menyebut terdapat longsor di sekitar titik kebakaran. Faktor tersebut berpotensi menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan pemadam menuju sumber api.

Kebakaran berulang dalam waktu relatif singkat juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas langkah pencegahan pascakebakaran sebelumnya. Setelah kawasan dinyatakan terkendali dan posko darurat ditutup, muncul kembali titik api di kawasan yang berdekatan dengan destinasi wisata.

Namun, penyebab pasti kebakaran terbaru belum dapat dipastikan. Aparat dan pihak terkait masih perlu melakukan pemeriksaan di lokasi untuk menentukan sumber api serta faktor yang memicu kebakaran.

Dari sisi keselamatan publik, keberadaan api dan asap pekat di sekitar destinasi wisata menjadi alasan kuat untuk mengutamakan keselamatan wisatawan dan warga. Sebelumnya, kebakaran Bromo juga pernah menyebabkan akses Jembatan Kaca ditutup sementara karena asap mengganggu jarak pandang dan perkembangan titik api dinilai berisiko.

Hingga Kamis siang, proses pemadaman dan pengendalian api masih dilakukan. Tim gabungan berupaya mencegah kobaran meluas ke permukiman serta fasilitas wisata di sekitar Jembatan Kaca dan Cemoro Lawang.

Perkembangan situasi di lapangan menjadi perhatian karena kawasan Bromo merupakan salah satu destinasi wisata utama Jawa Timur. Penanganan tidak hanya dituntut mampu memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat, wisatawan, serta kelestarian kawasan konservasi TNBTS.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.