BPS Mojokerto Siapkan Strategi Redam Lonjakan Harga

oleh -51 Dilihat
oleh
BPS Mojokerto Siapkan Strategi Redam Lonjakan Harga
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny saat mengikuti HLM TPID Kabupaten Mojokerto digelar di Ruang SBK Pemkab Mojokerto. [Foto : ist] Mojokerto (beritajatim.com) – Potensi kenaikan harga
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Potensi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk meredam lonjakan harga sekaligus menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Langkah tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, saat mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mojokerto yang digelar di Ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/3/2026).

Menurut Dwi, strategi utama yang harus diperkuat adalah pencatatan dan pemantauan harga komoditas secara real-time di lapangan agar pemerintah dapat mendeteksi pergerakan harga secara cepat dan akurat.

“Pemantauan harga secara real-time sangat penting agar intervensi bisa segera dilakukan, khususnya pada H-7 Lebaran terhadap komoditas volatil seperti beras, daging ayam ras, cabai rawit, telur, dan gula,” ujarnya.

Selain pemantauan harga, BPS juga mendorong pemerintah daerah menggelar operasi pasar murah dengan menambah pasokan komoditas di wilayah yang mengalami kenaikan harga di atas rata-rata nasional maupun Jawa Timur.

Di Kabupaten Mojokerto, program pasar murah telah menjadi agenda rutin menjelang hari besar keagamaan. Tahun ini kegiatan tersebut digelar di Pasar Pacet pada 9 Maret 2026 serta di depan pabrik Ajinomoto pada awal Ramadan, tepatnya 26 Februari 2026.

Dwi menilai pasar murah mampu membantu menjaga daya beli masyarakat dalam jangka pendek, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.

Namun demikian, efektivitas program tersebut sangat bergantung pada cakupan wilayah pelaksanaan, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta volume distribusi komoditas yang disediakan.

“Pasar murah dapat membantu menjaga daya beli masyarakat dalam jangka pendek, tetapi efektivitasnya bergantung pada cakupan wilayah, ketepatan sasaran, dan volume distribusi. Selain itu, kita juga harus memastikan stok komoditas tetap aman dan distribusinya berjalan lancar,” jelasnya.

BPS juga menyoroti potensi praktik penimbunan komoditas oleh oknum pedagang yang dapat memicu lonjakan harga di pasar. Karena itu, pengawasan terhadap rantai pasok, termasuk ketersediaan stok di gudang Bulog, dinilai harus diperketat.

Melalui langkah mitigasi tersebut, pemerintah berharap lonjakan harga bahan pokok menjelang Idulfitri dapat dikendalikan sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga Lebaran dengan lebih tenang. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.