MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 912 ribu penduduk usia kerja di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 71,65 persen tercatat bekerja, sebagaimana disebutkan dalam laporan mengenai kondisi ketenagakerjaan di wilayah tersebut.
Data ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi pasar kerja di Kabupaten Mojokerto. Namun, besarnya jumlah penduduk yang bekerja perlu dibaca bersama indikator lain, termasuk tingkat pengangguran, kualitas pekerjaan, dan kesejahteraan pekerja.
Persentase penduduk yang bekerja memberikan gambaran mengenai keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi. Meski demikian, angka tersebut belum cukup untuk menggambarkan apakah pekerjaan yang tersedia telah memberikan penghasilan layak, kepastian kerja, serta perlindungan bagi para pekerja.
Dari perspektif pembangunan daerah, data ketenagakerjaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kabupaten dalam menyusun kebijakan penciptaan lapangan kerja. Pengembangan sektor usaha, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta perluasan kesempatan kerja menjadi sejumlah aspek yang relevan untuk diperhatikan.
Selain jumlah penduduk yang bekerja, perkembangan ketenagakerjaan juga perlu ditinjau melalui Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dan kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Indikator-indikator tersebut membantu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai tantangan ketenagakerjaan di daerah.
Di sisi lain, keterbukaan data statistik menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan secara objektif. Informasi yang bersumber dari BPS dapat digunakan sebagai landasan diskusi publik sekaligus bahan evaluasi terhadap kebijakan pembangunan daerah.
Meski demikian, rincian mengenai tahun pendataan, jumlah penduduk yang masuk kategori bekerja, serta metode penghitungan perlu merujuk pada publikasi resmi BPS agar interpretasi angka tidak menyesatkan. Data tersebut juga perlu dibandingkan dengan periode sebelumnya untuk melihat apakah kondisi ketenagakerjaan mengalami peningkatan atau justru menghadapi tantangan baru.
Dengan jumlah penduduk usia kerja yang mencapai sekitar 912 ribu orang, dinamika pasar kerja di Kabupaten Mojokerto menjadi aspek penting dalam perencanaan pembangunan. Tantangan berikutnya bukan hanya memperluas kesempatan kerja, melainkan juga memastikan pekerjaan yang tersedia mampu mendukung kesejahteraan masyarakat.
(Red-Garudasatunews)















