BPBD Petakan Jalur Mudik Rawan Bencana Lumajang

oleh -106 Dilihat
oleh
BPBD Petakan Jalur Mudik Rawan Bencana Lumajang
Ilustrasi pohon tumbang di jalan Lumajang saat cuaca ekstrem.
banner 468x60

LUMAJANG, Garudasatunews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memetakan sejumlah titik rawan bencana yang berpotensi mengancam jalur mudik Lebaran 2026 di wilayah tersebut. Pemetaan difokuskan pada ruas jalan nasional dan jalur utama yang biasa dilintasi pemudik.

Langkah ini dilakukan karena Kabupaten Lumajang menjadi salah satu jalur strategis yang menghubungkan arus kendaraan dari Surabaya menuju Jember dan Banyuwangi, maupun sebaliknya.

Selain itu, Lumajang juga menjadi penghubung menuju Kabupaten Malang melalui jalur selatan yang dikenal sebagai jalur Piket Nol.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan pemetaan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik.

“Karena itu kami memetakan titik rawan bencana berdasarkan jalan nasional atau jalan utama yang biasa dilintasi masyarakat,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, wilayah utara Lumajang menjadi salah satu kawasan yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

Daerah yang termasuk dalam zona tersebut meliputi Kecamatan Ranuyoso, Klakah hingga Kedungjajang yang merupakan jalur penting bagi pemudik dari arah Surabaya maupun Jember.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu pohon tumbang yang dapat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama.

“Di wilayah utara seperti Ranuyoso, Klakah sampai Kedungjajang potensi bencananya hujan disertai angin kencang karena saat ini masih dalam periode bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Selain itu, BPBD juga mengidentifikasi potensi banjir genangan di wilayah Kecamatan Jatiroto dan Tempeh saat curah hujan meningkat.

Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar dingin di aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru, khususnya di wilayah Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.

“Potensi banjir genangan ada di Jatiroto dan Tempeh, sementara banjir lahar bisa terjadi di Candipuro dan Pronojiwo,” tambah Isnugroho.

BPBD juga mengingatkan adanya ancaman longsor di jalur perbukitan Piket Nol di Kecamatan Candipuro yang menjadi akses utama penghubung Lumajang dan Malang.

Selain longsor, wilayah tersebut juga berisiko terdampak letusan sekunder akibat aktivitas lahar Gunung Semeru yang dapat memicu hujan abu dan gangguan pernapasan bagi masyarakat.

“Nah, Piket Nol memang rawan longsor. Kemudian di Jembatan Gladak Perak jika terjadi banjir lahar juga berpotensi memicu letusan sekunder yang menimbulkan hujan abu,” ungkapnya.

BPBD mengimbau para pemudik yang melintas di wilayah Lumajang agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur rawan bencana ketika cuaca ekstrem terjadi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.