BPBD Jatim Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Edukasi Museum

oleh -78 Dilihat
oleh
BPBD-Jatim-Perkuat-Mitigasi-Bencana-Lewat-Edukasi-Museum
Beragam cara dapat dilakukan untuk mengisi musim liburan sekolah kali ini. Salah satunya dengan mengikuti sosialisasi dan edukasi bencana yang digelar melalui kolaborasi BPBD Jatim dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim di halaman Museum Negeri Mpu Tantular Jatim, Jumat (10/7/2026).
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memanfaatkan momentum libur sekolah untuk memperkuat edukasi mitigasi bencana melalui kolaborasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur di Museum Negeri Mpu Tantular, Buduran, Sidoarjo. Program yang menyasar pengunjung dan pengelola museum ini menghadirkan pembelajaran langsung mengenai kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di Jawa Timur. Jum’at (10/07/26).

Kegiatan edukasi tersebut dikemas melalui sejumlah simulasi dan praktik lapangan, meliputi pengenalan berbagai jenis bencana, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), simulasi penyelamatan saat gempa bumi, hingga simulasi pemadaman kebakaran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Rica Puspita, menyatakan kolaborasi bersama BPBD Jawa Timur memberikan nilai tambah bagi fungsi museum sebagai ruang edukasi publik. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya pengetahuan kebencanaan.

“Antusias pengunjung sangat luar biasa. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman sekaligus bekal dalam membangun mitigasi dan kesiapsiagaan ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Rica menegaskan, museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga harus mampu menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan literasi kebencanaan.

Salah seorang peserta, Arum, warga Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti rangkaian pelatihan tersebut. Ia mengatakan sebelumnya belum memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

“Saya sebelumnya masih awam. Sekarang saya jadi mengenal BPBD dan mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” katanya.

Menurut Arum, metode penyampaian materi melalui simulasi membuat peserta lebih mudah memahami prosedur penyelamatan diri. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat memiliki kemampuan dasar menghadapi bencana.

Kegiatan edukasi kebencanaan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Buduran, perwakilan Disbudpar Jawa Timur, serta Tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) BPBD Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas instansi dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.