Bocah 3 Tahun di Pamekasan Meninggal Dunia usai Terkendala Biaya dan Ketersediaan Kamar Rumah Sakit

oleh -44 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260924-WA0011

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Seorang balita berusia tiga tahun berinisial MGF, warga Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, meninggal dunia pada Selasa (22/9/2026) malam. Nasib naas ini menimpa MGF setelah pihak keluarga sempat mengalami kesulitan biaya untuk mengakses layanan medis yang memadai.

Sebelumnya, MGF hanya dirawat seadanya di rumah tanpa penanganan medis akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi ini kemudian dilaporkan kepada anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Abd Rasyid Fansori, yang merespons dengan menyarankan agar korban segera dilarikan ke rumah sakit.

MGF akhirnya dibawa ke RSUD Mohammad Noer Pamekasan dan langsung mendapatkan penanganan awal di Unit Gawat Darurat (UGD). Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien membutuhkan penanganan lanjutan di fasilitas medis yang dilengkapi sarana CT Scan.

Rasyid mengungkapkan, pihak rumah sakit memberikan dua opsi rujukan, yakni RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang atau RSUD dr. Soetomo Surabaya. Demi mendapatkan jaminan layanan kesehatan gratis, keluarga memutuskan memilih rujukan ke RSUD dr. Soetomo.

“Sayangnya, proses rujukan ke Surabaya tidak bisa langsung dilakukan karena ruangan di rumah sakit tujuan belum tersedia,” ujar Rasyid, seperti pada laman Kompas Rabu (23/9/2026). Di tengah masa penantian tersebut, kondisi korban memburuk hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Selasa malam.

Rasyid menyayangkan insiden tragis ini. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bukti nyata belum optimalnya jaminan pembiayaan kesehatan bagi warga kurang mampu di Kabupaten Pamekasan. Ia menyebut keluarga korban tergolong dalam kategori desil 3 yang seharusnya berhak menerima kepesertaan BPJS Kesehatan dari pemerintah.

“Jika memiliki BPJS, akses layanannya tentu akan jauh lebih mudah. Masalah utamanya adalah tidak adanya jaminan pembiayaan bagi mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, kasus balita meninggal akibat keterbatasan biaya berobat bukan kali pertama terjadi di Pamekasan. Rasyid mendesak Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk segera mengevaluasi kebijakan dan memastikan seluruh warga miskin mendapatkan akses jaminan kesehatan gratis tanpa hambatan birokrasi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.