BMKG Latih Nelayan Bangkalan Manfaatkan Teknologi Cuaca

oleh -38 Dilihat
oleh
BMKG Latih Nelayan Bangkalan Manfaatkan Teknologi Cuaca
Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak kembali memperkuat literasi teknologi di kalangan nelayan melalui pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Bangkalan. Program ini menjadi upaya strategis untuk menekan risiko kecelakaan laut sekaligus meningkatkan produktivitas tangkapan dengan memanfaatkan informasi cuaca dan prediksi lokasi ikan berbasis digital.

Puluhan nelayan dari Desa Lajing dan Desa Bancaran mengikuti pelatihan yang menitikberatkan pada kemampuan membaca prakiraan cuaca, tinggi gelombang, arah angin, hingga memanfaatkan aplikasi digital guna menentukan potensi daerah penangkapan ikan sebelum berangkat melaut.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V, Cahyo Nugroho, mengatakan BMKG terus mengembangkan layanan informasi berbasis teknologi agar semakin mudah diakses masyarakat, khususnya nelayan yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Menurut Cahyo, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca laut melalui platform INA-WIS BMKG serta layanan meteorologi penerbangan melalui INA-SIAM BMKG. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari peningkatan layanan informasi publik agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh berbagai sektor.

Selain menyajikan prakiraan cuaca dan tinggi gelombang, BMKG kini juga menghadirkan informasi potensi lokasi penangkapan ikan melalui platform digital. Layanan tersebut diharapkan mampu membantu nelayan mengurangi waktu pencarian ikan sekaligus menekan biaya operasional saat melaut.

BMKG juga menyediakan layanan informasi cuaca daratan melalui SIGANTURE BMKG yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum, termasuk sektor transportasi darat maupun berbagai aktivitas yang memerlukan informasi kondisi cuaca secara cepat dan akurat.

“Seluruh layanan tersebut dapat diakses dengan mudah melalui mesin pencari sesuai nama produk BMKG yang tersedia,” ujar Cahyo dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, menilai pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi pola kerja nelayan yang selama ini lebih banyak mengandalkan pengalaman di lapangan. Menurutnya, pemanfaatan data cuaca dan informasi potensi lokasi ikan akan meningkatkan efektivitas aktivitas penangkapan ikan.

Ia menyebut pemanfaatan aplikasi yang disediakan BMKG memungkinkan nelayan memperoleh informasi mengenai titik-titik yang berpotensi memiliki sumber daya ikan lebih tinggi sehingga kegiatan melaut dapat dilakukan secara lebih terencana.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Pendampingan berkelanjutan serta dukungan perangkat teknologi dinilai menjadi faktor penting agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bangkalan, Anang Yulianto Hari Purnomo, mengatakan keberlanjutan program diyakini akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Penyelenggaraan SLCN juga memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan keselamatan pelayaran nelayan melalui penyediaan informasi meteorologi yang terbuka, akurat, dan mudah diakses. Pemanfaatan teknologi informasi di sektor kelautan diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan sebelum melaut sehingga risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.