BI Optimistis Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Syariah Dunia

oleh -40 Dilihat
oleh
BI Optimistis Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Syariah Dunia
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Advisor BI Jawa Timur, Doni Fajar Anugerah di Festival Muharram Road to Fesyar Samara, Jumat (19/6/2026) malam.
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Bank Indonesia menilai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di era digital terus menunjukkan pertumbuhan signifikan serta membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri ekonomi syariah dunia. Optimisme tersebut disampaikan dalam pembukaan Festival Muharram 1448 H Road to Fesyar SAMARA (Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang) 2026 di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Bondowoso, Jumat (19/6/2026) malam.

Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Doni Fajar Anugerah, mengatakan sektor ekonomi dan keuangan syariah telah menunjukkan ketahanan saat menghadapi krisis keuangan global tahun 2008. Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi dunia ketika itu, sektor syariah tetap mampu bertahan dan terus berkembang.

“Kalau kita melihat perkembangan ekonomi syariah di era digital, maka ada pertumbuhan yang signifikan. Ketika krisis global 2008, ekonomi dan keuangan syariah mampu bertahan,” ujar Doni.

Ia menjelaskan potensi ekonomi syariah global terus meningkat. Berdasarkan data yang dipaparkannya, nilai pengeluaran masyarakat muslim dunia pada tujuh sektor utama mencapai USD 2,2 triliun pada 2022 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 3,2 triliun pada 2027.

Doni menyebut Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat posisi dalam industri ekonomi syariah global. Dengan jumlah penduduk muslim sekitar 234 juta jiwa atau sekitar 27 persen dari populasi muslim dunia, Indonesia dinilai memiliki pangsa pasar yang strategis.

Saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah, di bawah Malaysia dan Arab Saudi.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Bank Indonesia terus menjalankan berbagai program pengembangan, mulai dari perluasan ekosistem ekonomi syariah, peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat, pengembangan wisata halal, hingga penguatan berbagai instrumen ekonomi dan keuangan syariah.

“Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan ekonomi syariah agar semakin luas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Doni.

Ia menambahkan Festival Muharram 1448 H Road to Fesyar SAMARA merupakan hasil sinergi Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah. Kegiatan yang berlangsung pada 19–25 Juni 2026 tersebut menjadi kolaborasi kedua antara kedua pihak dalam penyelenggaraan agenda penguatan ekonomi syariah.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi Festival Muharram dengan Road to Fesyar SAMARA menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Bondowoso.

Setelah rangkaian Road to Fesyar SAMARA berakhir, Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Jawa pada September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional.

Melalui penyelenggaraan Festival Muharram 1448 H Road to Fesyar SAMARA, Bank Indonesia berharap pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran UMKM, pesantren, dan pelaku usaha lokal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.