JEMBER, Garudasatunews.id — Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait menyebut Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) sebagai festival cerutu terbesar di Asia Tenggara. Pernyataan tersebut disampaikan saat jamuan makan malam JKCI di kawasan Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember, Sabtu (1/8/2026) malam.
Menurut Gus Fawait, penyelenggaraan JKCI menjadi bukti bahwa Jember mampu menghadirkan terobosan yang produktif dan berbeda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.
“Saya dengar festival cerutu terbesar di Asia ada di Kabupaten Jember. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Jember selalu berbuat sesuatu yang produktif dan insyaallah outside the box,” ujar Fawait di hadapan peserta dan tamu undangan festival.
Pernyataan tersebut memperkuat posisi Jember sebagai salah satu sentra tembakau dan industri cerutu nasional yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha pengolahan tembakau.
Namun, Bupati Fawait menegaskan bahwa potensi ekonomi Jember tidak hanya bertumpu pada cerutu dan tembakau. Sejumlah komoditas unggulan lain juga telah menembus pasar ekspor internasional.
“Selain cerutu atau cigar, Jember juga punya produk seperti edamame yang sudah ekspor. Kita juga punya kopi, okra, dan banyak sekali produk-produk yang sudah diekspor,” katanya.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Jember juga menaruh perhatian besar terhadap kebangkitan destinasi unggulan daerah. Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo disebut memiliki potensi besar untuk kembali menjadi magnet wisata yang mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kita memiliki destinasi wisata yang mungkin 10 tahun terakhir ini sempat tertidur. Insyaallah hari ini salah satu destinasi wisata yang terindah, Papuma dan Watu Ulo, akan bangkit kembali menjadi salah satu tujuan wisata di masa mendatang,” ujar Fawait.
Dukungan terhadap penyelenggaraan JKCI juga datang dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jember-Lumajang, Charles Meikyansah. Ia menilai berbagai kegiatan yang digagas pemerintah daerah bersama kalangan muda menjadi indikator bahwa Jember terus bergerak di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi berbagai daerah.
“Hari ini Jember terus membuktikan bahwa di tengah kondisi yang banyak orang bilang perlu terobosan, Bupati bersama anak-anak muda membuktikan bahwa optimisme masih kita lihat di Indonesia,” kata Charles.
Ia berharap JKCI tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu menarik pembeli dan investor yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, nilai tambah yang tercipta dari industri cerutu harus dirasakan tidak hanya oleh perusahaan, tetapi juga petani sebagai mata rantai utama produksi tembakau.
“Nilai tambah itu tidak hanya menyejahterakan perusahaan, tapi juga petani,” ujarnya.
Festival JKCI 2026 mengusung tema “From Jember Pride to the World Stage” dan dihadiri perwakilan perusahaan tembakau dari sebelas negara. Kehadiran pelaku industri internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas promosi produk cerutu dan potensi daerah Jember ke pasar global.
Komisaris Utama PT BIN Cigar, Febrian Ananta Kahar, selaku pemrakarsa kegiatan mengatakan JKCI tahun ini lebih menonjolkan kekuatan lokal Jember. Selain cerutu dan tembakau, festival juga menampilkan produk UMKM, destinasi wisata Watu Ulo, pertunjukan seni tradisional yang dipadukan dengan musik modern, hingga Jember Fashion Carnaval.
Menurut Febrian, festival semacam JKCI memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah perlambatan ekonomi global. Promosi yang berkelanjutan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya saing produk lokal sekaligus menjaga keberlangsungan pendapatan petani.
“Ekonomi memang lesu. Seluruh negara lesu. Tapi kami tidak lesu. Cerutu naik, dan petani tidak boleh lesu. Kasihan dia. Jadi caranya adalah bagaimana mempromosikan Jember lebih baik,” kata Febrian.
Penyelenggaraan JKCI sekaligus menjadi etalase promosi sektor perkebunan, industri kreatif, UMKM, dan pariwisata yang diharapkan mampu memperkuat posisi Jember sebagai daerah penghasil cerutu berorientasi ekspor dan destinasi ekonomi kreatif di tingkat internasional.
(Red-Garudasatunews)













