Begal Genteng Brutal, Pelajar Dianiaya Motor Dirampas

oleh -50 Dilihat
oleh
Begal Genteng Brutal, Pelajar Dianiaya Motor Dirampas
Ilustrasi polisi melakukan penyelidikan kasus begal motor di Jalan Pandan. (Foto/AI)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Aksi begal brutal menimpa seorang pelajar berinisial FS (15) di kawasan Jalan Pandan, Kecamatan Genteng, Rabu malam (8/4/2026). Korban tidak hanya kehilangan sepeda motor, tetapi juga mengalami kekerasan fisik saat berada dalam penguasaan pelaku.

Berdasarkan keterangan keluarga, aksi kejahatan tersebut diduga dilakukan oleh empat orang pelaku yang membawa senjata tajam. Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB saat korban bersama rekannya melintas dari Jalan Tuwowo menuju Rangkah.

Korban dicegat di tengah jalan, lalu dipaksa berboncengan tiga bersama pelaku. Dalam kondisi tertekan, korban dibawa berkeliling dari Rangkah menuju Kusuma Bangsa sebelum akhirnya diturunkan di lokasi kejadian.

“Korban dipaksa ikut pelaku, diajak muter-muter sebelum akhirnya motornya dirampas dan ditinggalkan di Jalan Pandan,” ungkap Fahmi, kakak korban, Senin (10/4/2026).

Selama dalam kendali pelaku, korban mengalami intimidasi dan kekerasan agar tidak melawan. Situasi ini menunjukkan pola kejahatan jalanan yang terorganisir dan berani beroperasi di pusat kota.

Setelah diturunkan, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor Honda Vario milik korban. Upaya korban berteriak sempat memicu respons warga sekitar, termasuk karyawan ekspedisi yang berusaha mengejar pelaku, namun gagal.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian pipi, pelipis, dan punggung. Selain kerugian materi, trauma psikologis korban menjadi perhatian serius.

Keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Genteng. Pihak kepolisian membenarkan laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman CCTV serta memeriksa sejumlah saksi.

“Kasus sudah kami tangani, anggota melakukan penelusuran CCTV dan pemeriksaan saksi untuk mengungkap pelaku,” ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng, Vian Wijaya.

Maraknya aksi begal di wilayah perkotaan kembali memunculkan pertanyaan terkait efektivitas patroli dan pengawasan keamanan di titik rawan, khususnya pada jam-jam aktivitas masyarakat masih tinggi.

Publik mendesak aparat tidak hanya mengungkap pelaku, tetapi juga mengurai jaringan kejahatan jalanan yang dinilai semakin berani dan terstruktur di wilayah Surabaya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.