BCL 2026 Banyuwangi Sedot 220 Pembalap Nasional

oleh -17 Dilihat
oleh
BCL 2026 Banyuwangi Sedot 220 Pembalap Nasional
Ajang balap sepeda nasional Banyuwangi Criterium League (BCL), Sabtu (30/5/2026)
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Sebanyak 220 pembalap sepeda dari 33 daerah di Indonesia memadati pusat Kota Banyuwangi dalam ajang Banyuwangi Criterium League (BCL) 2026 yang digelar Sabtu (30/5/2026). Kejuaraan balap sepeda berskala nasional tersebut menjadi magnet bagi atlet dari berbagai daerah, sekaligus mengukuhkan Banyuwangi sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan event olahraga sepeda terbesar di Jawa Timur.

Kompetisi yang berlangsung di lintasan jalan raya sepanjang 1,1 kilometer per putaran itu diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur bekerja sama dengan DPRD Jawa Timur dan Dispora Banyuwangi. Para peserta berasal dari sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Surabaya, Bali hingga Lombok.

Balapan berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 15.30 WIB dengan mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari Mini Bike U-12, Road Bike, BMX hingga Fixie Senior dan Road Bike Elite. Setiap kategori menempuh jumlah putaran berbeda dengan total jarak lomba antara 2,2 kilometer hingga 29,7 kilometer.

Kepala Dispora Banyuwangi, Dwi Handayani, menyebut Banyuwangi kembali dipercaya menjadi tuan rumah karena memiliki rekam jejak panjang dalam penyelenggaraan kejuaraan balap sepeda tingkat nasional maupun internasional.

“Banyuwangi sudah dikenal sebagai Kota Sepeda, daerah sport tourism dan punya pengalaman menggelar berbagai kejuaraan sepeda baik nasional maupun internasional. Karena itu Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah,” ujar Dwi Handayani.

Banyuwangi Criterium League tercatat sebagai salah satu seri balap criterium nasional yang rutin digelar di Indonesia. Penyelenggaraan tahun ini menjadi lanjutan dari seri sebelumnya yang berlangsung di Yogyakarta.

Anggota DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, mengungkapkan penyelenggara menargetkan kejuaraan tersebut dapat digelar secara berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, pembinaan atlet juga akan diperkuat melalui kolaborasi antara Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawa Timur dan Dispora Jawa Timur.

“Semoga lebih banyak lagi atlet yang ikut dan semakin bertambah. Para juara akan dibina oleh ISSI Jatim bersama Dispora Jatim,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang perlombaan. Juara kategori Women Open, Crismonita Dwi Putri, yang pernah meraih medali perunggu Kejuaraan Trek Asia 2019, mengaku menjadikan BCL 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang Bromo KOM.

Sementara itu, pembalap asal Bandung, Ibrahim Kayyis, menilai karakter lintasan di Banyuwangi cukup menantang. Namun, kondisi cuaca yang panas disebut menjadi faktor yang menguras stamina peserta selama balapan berlangsung.

Penyelenggaraan BCL 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi atlet sepeda nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penguatan sektor sport tourism Banyuwangi yang selama ini aktif menggelar berbagai event olahraga untuk menarik kunjungan peserta dan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.