Bawa Ruang Operasi ke Tengah Laut, BPJS Kesehatan Hadirkan RS Terapung Untuk Ribuan Warga di Kepulauan Sumenep!

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

SUMENEP, Garudasatunews.id – Dalam upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri, BPJS Kesehatan resmi memberangkatkan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) menuju wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura. Misi ini menjadi wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan pemerataan akses kesehatan, khususnya bagi masyarakat di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

 

 

​Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menekankan bahwa geografis kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan hak atas layanan kesehatan yang berkualitas.

​”Kami berupaya memastikan akses layanan kesehatan merata di seluruh wilayah Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami hadir untuk menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses, seperti di Pulau Raas, Pulau Karamian, hingga Pulau Masalembu,” ujar Prihati Dikutip Kompas, Selasa (14/7).

 

 

​Strategi Layanan Bergerak Berbasis Kolaborasi

​Prihati menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan memiliki mekanisme fleksibel dalam mendukung ketersediaan layanan di daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai. Dengan adanya dukungan administrasi dari pemerintah daerah, BPJS Kesehatan dapat memberikan kompensasi berupa layanan kesehatan bergerak.

​”Langkah ini adalah bagian dari prioritas kami dalam mengakselerasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah 3T. Tentu, seluruh operasional di lapangan tetap mengedepankan standar prosedur operasional (SOP) yang ketat demi menjamin mutu pelayanan medis dan keselamatan petugas,” tegasnya.

 

 

​Direktur RSKKA, dr. Agus Harianto, mengungkapkan bahwa ekspedisi layanan kesehatan ini akan berlangsung mulai 14 hingga 24 Juli 2026. Fokus utamanya tidak hanya pada pemeriksaan umum, tetapi juga tindakan medis yang lebih kompleks.

​”Kami menargetkan minimal 100 pasien per pulau, namun dengan estimasi kedatangan warga dari pulau-pulau sekitar, kami memproyeksikan ribuan pasien akan terlayani hingga akhir program,” jelas dr. Agus.

 

 

​Sebagai langkah preventif dan kuratif yang komprehensif, tim medis RSKKA juga telah disiapkan untuk melakukan tindakan bedah di atas kapal :

– ​Operasi Besar : Ditargetkan rata-rata 5 tindakan per hari di setiap titik persinggahan.

– ​Operasi Minor : Dilakukan sesuai dengan kebutuhan medis dan rujukan dari fasilitas kesehatan setempat.

 

 

​Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka pendek yang efektif dalam menekan angka kesenjangan layanan kesehatan, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.