Batik Surya Majapahit Dibawa ke Era Modern

oleh -27 Dilihat
oleh
Batik Surya Majapahit Dibawa ke Era Modern
Pengusaha dan figur publik Luxie Diandra kembali menarik perhatian publik lewat promosinya terhadap motif batik Surya Majapahit di hari kemerdekaan, 17 Agustus 2026 di Surabaya.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan batik bernuansa Majapahit terus dilakukan melalui pendekatan fashion modern. Desainer Luxie Diandra mengangkat kekayaan budaya Trowulan, Mojokerto, melalui konsep Batik Surya Majapahit, yang memadukan simbol sejarah Majapahit dengan estetika busana kekinian.

Konsep tersebut tidak sekadar menempatkan batik sebagai pakaian tradisional, tetapi juga menjadikannya bagian dari gaya hidup dan industri kreatif modern. Koleksi yang dikembangkan melalui label LD by Luxie Diandra mengambil inspirasi dari kejayaan Kerajaan Majapahit dan kekayaan motif batik khas Trowulan.

Motif Surya Majapahit menjadi elemen utama. Simbol matahari yang dikenal dalam peninggalan Majapahit dimaknai sebagai representasi kekuatan, persatuan, dan pencerahan. Unsur tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam desain kontemporer bersama elemen arsitektur candi dan karakter visual Majapahit.

Langkah itu sekaligus membuka sudut pandang lain terhadap pelestarian budaya. Warisan sejarah tidak hanya dipertahankan melalui museum, situs purbakala atau kegiatan seremonial, tetapi dapat dihidupkan melalui industri fashion yang dekat dengan generasi muda dan pasar global.

Sebelumnya, koleksi Surya Majapahit juga diproyeksikan untuk diperkenalkan di Paris. Upaya tersebut memperlihatkan strategi membawa identitas budaya Jawa Timur keluar dari ruang lokal menuju panggung mode internasional. Luxie menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Trowulan memiliki kekayaan batik dengan nilai sejarah yang kuat.

Pengembangan batik Majapahitan dengan pendekatan modern juga memiliki dimensi ekonomi. Ketika motif tradisional dikembangkan menjadi produk fashion bernilai tambah, pelestarian budaya berpotensi berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri kreatif dan penguatan identitas daerah.

Namun, tantangannya bukan sekadar membuat motif Majapahit terlihat modern. Pengembangan tersebut tetap membutuhkan perhatian terhadap akar sejarah, makna simbol, serta keterlibatan perajin dan ekosistem batik di daerah asal. Dengan demikian, modernisasi tidak berhenti pada perubahan tampilan, tetapi juga memberi manfaat bagi keberlanjutan budaya dan pelaku industrinya.

Pendekatan serupa terlihat ketika motif Surya Majapahit digunakan pada berbagai medium kreatif. Dalam gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026 di Surabaya, misalnya, ornamen Batik Surya Majapahit diterapkan pada gondola balon udara sebagai bagian dari promosi wisata dan budaya Jawa Timur.

Konsistensi membawa batik Majapahit ke berbagai ruang menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui inovasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan popularitas motif tersebut tidak menghilangkan konteks sejarahnya, sekaligus mampu membuka ruang lebih besar bagi batik Trowulan dan kekayaan budaya Mojokerto untuk dikenal masyarakat luas.

Dengan strategi tersebut, batik Majapahit ditempatkan bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai identitas budaya yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.