Bantah Ikut Kerusuhan, GRIB Jaya Sebut Hercules Berada di DPR untuk Meredakan Massa

oleh -49 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id — DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya buka suara terkait keberadaan Ketua Umumnya, Hercules, di tengah kericuhan aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam.

GRIB Jaya menegaskan bahwa kehadiran Hercules di lokasi tersebut bukan untuk memprovokasi massa, melainkan upaya persuasif demi menjaga ketertiban lingkungan.

Divisi Hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, membenarkan kehadiran Hercules bersama sekelompok masyarakat di lokasi kejadian. Namun, ia meminta publik melihat peristiwa itu secara utuh sesuai konteks keamanan malam tersebut.

“Klarifikasi ini kami sampaikan untuk menempatkan peristiwa secara objektif, berdasarkan konteks, kronologi, fakta material, serta prinsip hukum yang berlaku,” ujar Wilson dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026) malam.

Wilson menjelaskan, secara organisatoris tidak ada instruksi bagi anggota GRIB Jaya untuk terlibat dalam demonstrasi tersebut. Oleh karena itu, keberadaan individu di lokasi tidak bisa langsung ditafsirkan sebagai bentuk perwakilan organisasi.

Ia juga meluruskan narasi terkait seruan “pulang, pulang” oleh Hercules dalam video yang beredar di media sosial. Menurutnya, seruan tersebut merupakan imbauan preventif agar massa membubarkan diri secara damai mengingat waktu penyampaian aspirasi telah selesai dan situasi mulai tidak kondusif.

“Sangat disayangkan adanya narasi di ruang digital yang memotong video untuk membangun framing seolah kehadiran seseorang identik dengan keterlibatan kerusuhan. Kehadiran fisik tidak otomatis membuktikan keterlibatan tindak pidana,” tegasnya.

Wilson menambahkan bahwa hak menyampaikan pendapat dilindungi UU No. 9 Tahun 1998, namun tetap harus menghormati ketertiban umum. Pihaknya mendukung penuh langkah Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara objektif berdasarkan alat bukti sah, bukan asumsi media sosial.

Secara terpisah, Polda Metro Jaya menyatakan masih mendalami dugaan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam kericuhan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak terpengaruh narasi liar.

“Kami masih melakukan pendalaman karena fakta harus terverifikasi. Banyak unggahan di media sosial yang mengandung disinformasi, provokasi, dan hoaks,” ujar Budi dalam konferensi pers, Jumat (28/8/2026). (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.