Bandara Jember Tetap Beroperasi Usai Erupsi Semeru

oleh -26 Dilihat
oleh
Bandara Jember Tetap Beroperasi Usai Erupsi Semeru
Bandara Jember Tetap Beroperasi Usai Erupsi Semeru
banner 468x60

Jember, Garudasatunews.id – Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember tetap beroperasi sehari setelah Gunung Semeru erupsi pada Minggu (6/9/2026). Aktivitas penerbangan masih berlangsung pada Senin (7/9/2026), ditandai keberangkatan pesawat Seneca menuju Masamba, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 08.57 WIB.

Operasional bandara tetap berjalan setelah petugas memastikan tidak ditemukan debu vulkanik di area bandara. Pemeriksaan dilakukan secara berkala melalui paper test atau uji kertas untuk mendeteksi kemungkinan jatuhan material vulkanik dari erupsi Semeru.

Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triono mengatakan hasil pemeriksaan pada Senin pagi menunjukkan kondisi bandara masih bebas dari debu vulkanik.

“Setiap beberapa jam kami melakukan paper test. Hasil pengujian tadi pagi menunjukkan tidak ada debu vulkanik yang turun di bandara,” kata Gatot, dikutip dari pemberitaan Beritajatim.com.

Penerbangan pesawat Seneca menuju Masamba menjadi indikasi bahwa aktivitas penerbangan masih dapat dilakukan. Namun, keberlangsungan operasional tersebut bukan berarti Bandara Notohadinegoro sepenuhnya terbebas dari ancaman abu vulkanik.

Faktor arah angin menjadi salah satu alasan Jember belum terdampak material erupsi. Saat Gunung Semeru mengalami erupsi, angin bergerak ke arah barat sehingga material vulkanik tidak mengarah ke wilayah Jember.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan di sekitar kawasan gunung api sangat bergantung pada dinamika atmosfer. Perubahan arah angin dapat mengubah kondisi dalam waktu singkat, termasuk kemungkinan abu vulkanik masuk ke wilayah bandara.

Karena itu, status operasional Bandara Notohadinegoro bersifat dinamis. Pemeriksaan tidak berhenti setelah satu kali hasil paper test dinyatakan bersih. Petugas dijadwalkan kembali melakukan pemeriksaan pada siang hari untuk memastikan kondisi tetap aman.

Langkah tersebut penting mengingat abu vulkanik memiliki risiko serius terhadap penerbangan. Material vulkanik yang masuk ke sistem pesawat dapat mengganggu komponen mesin dan keselamatan penerbangan. Pengalaman sejumlah bandara yang harus menghentikan operasional ketika terdampak abu vulkanik menjadi pengingat bahwa keputusan membuka atau menutup bandara harus didasarkan pada hasil pemantauan dan evaluasi keselamatan.

Dengan demikian, penerbangan dari Jember pada Senin pagi bukan jaminan bahwa kondisi akan tetap normal sepanjang hari. Otoritas bandara dan pihak terkait masih harus memantau aktivitas Gunung Semeru, arah angin, serta hasil pemeriksaan material vulkanik secara berkala.

Bagi pengguna jasa penerbangan, kondisi tersebut menegaskan pentingnya mengikuti informasi resmi terkait status operasional sebelum melakukan perjalanan. Perubahan situasi akibat aktivitas gunung api dapat terjadi sewaktu-waktu.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.