Arca Durga Jengkol Kediri Ditemukan Kurang dari 24 Jam

oleh -37 Dilihat
oleh
Arca Durga Jengkol Kediri Ditemukan Kurang dari 24 Jam
Arca Durga yang hilang.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Arca yang diidentifikasi sebagai Patung Durga dan sebelumnya dilaporkan hilang dari kawasan Perkebunan Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, akhirnya ditemukan pada Minggu (20/9/2026) siang. Arca tersebut ditemukan kurang dari 24 jam setelah laporan kehilangan diterima Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3), Imam Mubarok.

Arca ditemukan oleh petugas keamanan Perkebunan Jengkol di sebelah utara lokasi awal. Informasi penemuan kemudian disampaikan Titus, petugas keamanan setempat, kepada Imam Mubarok. Setelah ditemukan, arca tidak langsung dikembalikan ke lokasi semula, melainkan diamankan di Polsek Plosoklaten untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Oki dari Pelestari Sejarah Budaya Kadhiri (PASAK) melaporkan hilangnya arca kepada Imam Mubarok pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 16.46 WIB. Oki memiliki dokumentasi arca tersebut pada 16 Desember 2025 ketika masih berada di lokasi.

Saat kembali melakukan kunjungan ke kawasan Jengkol pada Sabtu sore, Oki mendapati arca sudah tidak berada di tempatnya. Informasi awal dari petugas di kawasan tersebut menyebutkan arca diduga telah dicabut dari lokasi.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi antara DK3, petugas keamanan Perkebunan Jengkol, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri serta kepolisian. Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif sebelumnya meminta agar kejadian tersebut segera dilaporkan melalui Polsek maupun Polres Kediri untuk kepentingan penyelidikan.

Ketua DK3 Imam Mubarok menyampaikan, setelah memperoleh informasi penemuan arca, dirinya melaporkan perkembangan tersebut kepada Bupati Kediri, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri serta Kapolsek Plosoklaten.

Langkah mengamankan arca sebelum dikembalikan ke tempat semula menjadi bagian penting dalam penanganan. Pasalnya, kondisi fisik dan posisi objek setelah ditemukan perlu didokumentasikan dan diperiksa untuk memastikan tidak ada perubahan atau kerusakan yang terjadi selama arca berada di luar lokasi awal.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah kondisi arca ketika ditemukan. Berdasarkan laporan, sebelum dinyatakan hilang terdapat kotoran dan material menyerupai semen pada beberapa bagian arca. Ketika ditemukan kembali, kondisi tersebut disebut lebih bersih. Perubahan itu menjadi salah satu aspek yang perlu dicatat dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Secara visual, arca memperlihatkan posisi tubuh tribhaṅga, sedangkan figur yang berkaitan dengan kerbau atau mahisa mengarah pada karakter ikonografi Durga Mahisasuramardini. Namun, identitas, periodisasi, bahan, usia, status hukum dan nilai arkeologis objek tersebut masih memerlukan pemeriksaan tenaga ahli serta instansi yang berwenang.

Peristiwa hilang dan ditemukannya kembali arca ini juga membuka perhatian terhadap sistem pendataan dan pengamanan tinggalan budaya di kawasan Jengkol. DK3 mendorong adanya penguatan regulasi daerah agar inventarisasi, pelindungan, pengamanan serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Dengan ditemukannya kembali Arca Durga, penanganan berikutnya tidak hanya menyangkut pengamanan fisik benda, tetapi juga pemeriksaan lokasi awal, pendokumentasian kondisi arca, penelusuran penyebab perpindahan serta verifikasi arkeologis dan status hukumnya. Langkah tersebut diperlukan agar fakta mengenai keberadaan dan nilai penting arca dapat ditetapkan berdasarkan pemeriksaan yang berwenang, bukan sekadar dugaan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.