Antrean Penyeberangan Talango–Kalianget Masih Jadi PR, Disperkimhub Sumenep Siapkan Skema Pengaturan Tongkang

oleh -38 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Penumpukan kendaraan di jalur penyeberangan Talango–Kalianget hingga kini masih menjadi perhatian serius Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep. Lonjakan volume kendaraan kerap terjadi pada momentum tertentu, seperti akhir pekan hingga jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah haji maupun umrah.

Kepala Disperkimhub Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengakui bahwa persoalan ini belum sepenuhnya terurai. Meski demikian, pihaknya terus melakukan penanganan dengan menyiagakan personel di lapangan.
“Memang tidak setiap hari (terjadi penumpukan). Kami akui permasalahan ini masih menjadi PR kami,” ujar Dadang, Rabu (9/9/2026).

Untuk mengurai antrean, petugas Disperkimhub disiagakan di kedua sisi pelabuhan, baik di Pelabuhan Talango maupun Pelabuhan Kalianget. Mereka bertugas mengatur alur lalu lintas agar kendaraan dapat bergerak secara teratur.

Guna memastikan pelayanan berjalan optimal, pengawasan ketat juga diterapkan kepada para petugas. Setiap personel wajib mengirimkan laporan kondisi terkini di lapangan yang dilengkapi bukti foto/video secara berkala.
“Kalau kerja atau pelayanannya tidak maksimal, jelas akan kami tegur,” tegas Dadang.

Di sisi lain, Dadang tak menampik bahwa keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu kendala di lapangan. Namun, ia memastikan sumber daya yang ada tetap dimaksimalkan demi menjaga kelancaran mobilitas warga. Mengingat, jalur Talango–Kalianget merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital bagi masyarakat setempat.

Sebagai langkah jangka panjang, Disperkimhub Sumenep berencana mengevaluasi serta menyusun skema baru terkait waktu sandar kapal tongkang. Langkah ini diharapkan mampu meratakan distribusi kendaraan sehingga antrean tidak menumpuk di salah satu titik pelabuhan saja.
“Ini berapa lama menunggunya, apakah bisa langsung berangkat atau bagaimana, nanti kita atur skemanya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa terwujudnya kelancaran arus transportasi, baik darat maupun laut, butuh komitmen bersama. Dukungan dari para operator tongkang serta kesadaran masyarakat pengguna jasa sangat menentukan keberhasilan upaya penguraian antrean ini.
“Operator tongkang maupun masyarakat harus mau bekerja sama untuk mewujudkan hal itu,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.