ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport dari Gresik

oleh -39 Dilihat
oleh
ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport dari Gresik
ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) merealisasikan pembelian 9 ton emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Emas tersebut diproduksi melalui fasilitas Precious Metals Refinery (PMR) milik PTFI di Gresik, Jawa Timur, dengan tingkat kemurnian mencapai 99,99 persen.

Penyerapan tersebut menjadi bagian dari strategi ANTAM memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya mineral yang diproduksi di dalam negeri. Sinergi ANTAM dan PTFI mempertemukan rantai industri emas dari sisi hulu hingga hilir, mulai dari produksi dan pemurnian hingga pemanfaatan untuk kebutuhan pasar domestik.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, mengatakan peningkatan penyerapan emas domestik merupakan bagian penting dari strategi perseroan dalam memperkuat bisnis emas secara berkelanjutan.

“Realisasi pembelian 9 ton emas dari PTFI sepanjang Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan komitmen ANTAM untuk terus meningkatkan pemanfaatan emas yang bersumber dari dalam negeri,” kata Untung.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi langkah untuk memperkuat rantai pasok emas nasional serta meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia di dalam negeri.

ANTAM dan PTFI sebelumnya telah memiliki kerja sama jual beli emas dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Pasokan tersebut berasal dari hasil pemurnian PTFI melalui fasilitas PMR di Gresik dengan kemurnian 99,99 persen.

Dari sisi industri, keberadaan fasilitas pemurnian emas di Gresik menjadi salah satu mata rantai penting dalam pengolahan mineral nasional. Produksi yang telah dimurnikan kemudian dapat masuk ke rantai pasok domestik melalui kerja sama antara produsen dan ANTAM.

ANTAM juga tidak hanya mengandalkan pasokan dari PTFI. Perseroan menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen emas nasional, antara lain PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Merdeka Group, PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Agincourt Resources, PT Sumbawa Jutaraya (SJR), PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), serta PT Indo Muro Kencana (IMK).

Penguatan sumber pasokan tersebut berkaitan erat dengan besarnya kontribusi bisnis emas terhadap kinerja ANTAM. Pada semester I 2026, perseroan mencatat volume penjualan emas sebesar 18.080 kilogram atau 18,08 ton dengan nilai penjualan mencapai Rp50,39 triliun.

Nilai tersebut tumbuh sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp49,68 triliun. Penjualan emas juga menyumbang sekitar 80 persen dari total penjualan bersih ANTAM pada semester I 2026 sebesar Rp62,71 triliun. Sementara itu, produksi emas dari tambang ANTAM tercatat 433 kilogram.

Besarnya kontribusi bisnis emas membuat kepastian pasokan bahan baku domestik menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan bisnis ANTAM. Kerja sama dengan PTFI sekaligus memperlihatkan bagaimana hasil produksi dan pemurnian mineral di dalam negeri dapat diserap kembali untuk mendukung rantai industri nasional.

ANTAM menyatakan akan terus meningkatkan penyerapan emas domestik dan memperluas sinergi dengan produsen emas nasional. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem emas dari hulu hingga hilir, mengembangkan industri bullion nasional, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.