SURABAYA, Garudasatunews.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) Jawa Timur resmi dilantik dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi industri hijau melalui praktik usaha yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab, serta kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Pelantikan pengurus DPD AMDATARA Jawa Timur menjadi momentum penting bagi pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menjawab tantangan yang semakin kompleks, terutama terkait kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya perhatian industri terhadap isu lingkungan, termasuk pengelolaan sampah kemasan dan konservasi sumber daya air. Menurutnya, keberlanjutan industri tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kontribusinya dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian sumber daya alam.
Ketua Umum AMDATARA Karyanto Wibowo menyampaikan bahwa industri AMDK memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan lingkungan. Tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek bisnis dan investasi, tetapi juga menyangkut isu sumber daya air, perubahan iklim, pengurangan emisi karbon, serta pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Dari sudut pandang pembangunan industri, pelantikan DPD AMDATARA Jawa Timur dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi pelaku usaha AMDK dalam menjalankan praktik industri yang patuh terhadap regulasi sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.
Sementara itu, dari perspektif lingkungan, komitmen yang disampaikan AMDATARA menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap sektor industri agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam pemanfaatan sumber daya alam. Upaya konservasi sumber air, rehabilitasi lingkungan, penggunaan energi terbarukan, hingga pengelolaan sampah pascakonsumsi menjadi indikator yang akan terus menjadi sorotan berbagai pihak.
AMDATARA juga menegaskan bahwa sejumlah anggotanya telah menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari program konservasi daerah resapan air, kerja sama dengan bank sampah, hingga pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional industri. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata dukungan terhadap transformasi menuju industri hijau yang semakin menjadi kebutuhan global.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong percepatan transformasi industri hijau dan ekonomi sirkular sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi faktor kunci untuk memastikan pertumbuhan industri tetap berjalan tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan.
Dengan resmi dilantiknya DPD AMDATARA Jawa Timur, organisasi tersebut berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun industri AMDK yang kompetitif, berdaya saing, sekaligus memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Komitmen tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
(Red-Garudasatunews)













