DPRD Gresik Minta Bangli Tebuwung Dibongkar

oleh -291 Dilihat
DPRD Gresik Minta Bangli Tebuwung Dibongkar
Komisi III DPRD Gresik menggelar audiensi terkait rekomendasi pembongkaran bangunan liar penyebab banjir.
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Komisi III DPRD Kabupaten Gresik merekomendasikan pembongkaran bangunan liar di Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, yang dinilai menjadi penyebab utama banjir. Rekomendasi itu dikeluarkan setelah hasil identifikasi lapangan menunjukkan bangunan ilegal berdiri di atas saluran air dan menghambat sistem drainase.

Ketua Komisi III DPRD Gresik, Sulistyo Isbansyah, menyatakan banyak aduan warga terkait bangunan yang menyalahi peruntukan lahan. Saluran air yang seharusnya berfungsi sebagai jalur pembuangan justru tertutup bangunan semi permanen.

“Saluran air dipakai bangunan, bahkan dijadikan warung. Ini jelas menyalahi peruntukan dan memicu banjir,” kata Sulistyo, Senin (2/2/2026).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menegaskan warga mendesak adanya penertiban agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan. Menurutnya, solusi utama adalah mengembalikan fungsi saluran air seperti semula.

Komisi III DPRD Gresik kemudian mengeluarkan enam rekomendasi. Pemerintah desa diminta mendata seluruh pemilik bangunan di lokasi terdampak. Satpol PP dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) diminta menindaklanjuti dengan berpedoman pada Perda Nomor 2 Tahun 2022.

Selain itu, DPUTR direkomendasikan segera melakukan normalisasi saluran pembuang di Desa Tebuwung. DPRD juga secara tegas meminta pembongkaran bangunan liar yang terbukti melanggar aturan.

Seluruh hasil audiensi akan dilaporkan kepada pimpinan DPRD Gresik, dengan batas waktu pelaksanaan rekomendasi maksimal satu bulan sejak keputusan ditetapkan.

“Kami ingin fungsi saluran air kembali normal dan tidak ada lagi penambahan bangunan liar,” ujar Hamdi.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.