Lansia Hilang Sepekan Ditemukan Tewas di Kebun Jagung

oleh -23 Dilihat
oleh
Lansia Hilang Sepekan Ditemukan Tewas di Kebun Jagung
Petugas mengevakuasi korban dari lahan jagung di Dusun Kandangan Kecamatan Peterongan, Senin (12/10/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Penemuan jasad laki-laki dalam kondisi membusuk di area kebun jagung Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (12/10/2026), mengungkap keberadaan seorang lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang selama hampir sepekan.

Jasad tersebut diduga kuat merupakan Ilyas (71), warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan. Ilyas sebelumnya dilaporkan hilang ke Polsek Peterongan sejak Selasa, 6 Oktober 2026.

Penemuan bermula saat Sandi, seorang petani setempat, sedang mengairi tanaman jagung yang berusia sekitar 45 hari. Di tengah aktivitasnya, ia mencium aroma tidak sedap yang cukup menyengat dari sekitar kebun.

Sandi kemudian berusaha mencari sumber bau tersebut. Ia menemukan sesosok tubuh laki-laki dalam posisi telentang di antara tanaman jagung dengan kepala mengarah ke barat.

Melihat kondisi tersebut, Sandi segera meninggalkan lokasi dan memberitahukan temuannya kepada seorang pencari rumput. Informasi kemudian diteruskan kepada Kepala Dusun Kandangan hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Peterongan.

Petugas kepolisian yang menerima laporan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad selanjutnya dievakuasi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menuju RSUD Jombang.

Kapolsek Peterongan AKP Hidayaturrachman mengatakan, saat ditemukan kondisi jasad telah membusuk. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan mengenakan sarung putih abu-abu bermotif garis hitam serta baju lengan pendek berwarna cokelat bermotif garis.

Penemuan itu kemudian dikaitkan dengan laporan orang hilang yang diterima Polsek Peterongan pada 6 Oktober 2026. Saat itu, keluarga melaporkan Ilyas belum diketahui keberadaannya.

Munikah, istri Ilyas, kemudian mendatangi lokasi penemuan. Berdasarkan pakaian yang dikenakan, ia meyakini jasad tersebut merupakan suaminya yang telah dicari keluarga selama hampir sepekan.

Keyakinan serupa disampaikan Aris Suwarno, anak kandung Ilyas dan Munikah. Selain pakaian dan sarung, keluarga mengenali korban berdasarkan sejumlah ciri fisik, termasuk jenggot dan struktur gigi.

Keterangan keluarga menjadi petunjuk penting dalam mengenali identitas jasad. Namun, dari informasi yang disampaikan kepolisian sebagaimana diberitakan sumber, belum dijelaskan secara terperinci mengenai penyebab maupun waktu pasti kematian korban.

Kapolsek Peterongan menyatakan keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta agar jasad tidak dilakukan autopsi. Permintaan tersebut disampaikan melalui surat permohonan dan surat pernyataan dari keluarga.

Penemuan ini sekaligus mengakhiri pencarian Ilyas yang dilaporkan hilang sejak 6 Oktober 2026. Sementara itu, rangkaian peristiwa sejak korban meninggalkan rumah hingga akhirnya ditemukan di kebun jagung belum diuraikan secara terperinci dalam keterangan yang disampaikan aparat.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena korban ditemukan hampir sepekan setelah dilaporkan hilang. Penanganan dan pemeriksaan di lokasi dilakukan kepolisian untuk memperoleh keterangan mengenai penemuan jasad serta memastikan identitas korban berdasarkan informasi dan ciri-ciri yang disampaikan pihak keluarga.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.