Festival Gogoh Iwak Soso Dorong Wisata Berbasis Tradisi

oleh -21 Dilihat
oleh
Festival Gogoh Iwak Soso Dorong Wisata Berbasis Tradisi
Festival Gogoh Iwak di Blitar.
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Festival Gogoh Iwak di Blumbang Gede, Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Blitar mendorong pengembangan wisata berbasis kearifan lokal tanpa menghilangkan tradisi masyarakat.

Kegiatan yang digelar Pokdarwis Dewa Soso pada Minggu (4/10/2026) tersebut dihadiri Bupati Blitar Rijanto. Ia mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang berkontribusi menghidupkan tradisi menangkap ikan bersama sekaligus mengangkat potensi wisata desa.

Menurut Rijanto, Gogoh Iwak tidak sekadar aktivitas menangkap ikan. Tradisi tersebut memuat nilai kebersamaan, gotong royong, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Pemkab Blitar berharap kegiatan itu tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Festival Gogoh Iwak dinilai dapat dikembangkan menjadi rangkaian atraksi wisata yang melibatkan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, kelompok seni dan budaya, pemuda, komunitas serta masyarakat sekitar.

Blumbang Gede Disiapkan Jadi Destinasi Wisata

Pengembangan tradisi tersebut berjalan beriringan dengan rencana penataan kawasan Blumbang Gede sebagai destinasi wisata baru. Pemerintah daerah menyebut penataan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat setempat.

Sejumlah kebutuhan infrastruktur juga disiapkan, antara lain normalisasi air, pelebaran jalan, pembangunan jembatan, dermaga hingga penataan kawasan. Pemerintah Kabupaten Blitar juga disebut telah melakukan perubahan anggaran 2026 serta membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Namun, pengembangan kawasan wisata tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan warga.

Anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menilai pembangunan infrastruktur harus berjalan bersama penguatan sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kawasan wisata tidak sekadar menjadi lokasi kunjungan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Tradisi dan Lingkungan Harus Berjalan Bersama

Sebelum Festival Gogoh Iwak berlangsung, Telaga Blumbang Gede menjalani proses pengurasan atau flushing. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membersihkan lumpur dan sedimentasi sekaligus menjaga kualitas air serta kondisi ekosistem telaga.

Rijanto menekankan pentingnya menjaga kebersihan sumber air, pengelolaan sampah, kelestarian lingkungan, dan ekosistem di sekitar kawasan. Pesan tersebut menjadi penting karena peningkatan kunjungan wisata berpotensi meningkatkan tekanan terhadap lingkungan apabila tidak diikuti pengelolaan yang baik.

Di sisi lain, Festival Gogoh Iwak menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi modal sosial sekaligus ekonomi apabila dikembangkan secara terukur. Tantangannya adalah memastikan komersialisasi wisata tidak menghilangkan nilai budaya yang menjadi akar kegiatan.

Pokdarwis Dewa Soso diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak masyarakat dalam menciptakan kawasan wisata yang aman, nyaman, bersih dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, Festival Gogoh Iwak berpotensi menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Tradisi, lingkungan, ekonomi warga dan pengembangan wisata dapat berjalan beriringan apabila dirancang secara partisipatif dan berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.