
SAMPANG, Garudasatunews.id – Tradisi karapan sapi di Kabupaten Sampang, Madura, membuktikan keberhasilan regenerasi budaya lokal. Generasi muda setempat memegang peran krusial dalam setiap tahapan penyelenggaraan, mulai dari persiapan, teknis arena, hingga penanganan pascapertandingan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abd Basit, menegaskan bahwa pemuda merupakan pilar utama keberlangsungan warisan leluhur ini. Dalam praktiknya, kelompok muda mengelola operasional lapangan, sementara para senior umumnya berperan sebagai pemilik sapi.
”Setiap kali karapan sapi digelar, di situ pasti ada generasi muda. Dari sisi persiapannya, pelaksanaannya, bahkan pasca pelaksanaan, keterlibatan generasi muda sangat ada dan sangat masif,” ujar Basit, Sabtu (3/10/2026).
Basit menjelaskan, stamina dan kemampuan fisik generasi muda sangat dibutuhkan untuk mengendalikan sapi serta mengelola dinamika teknis di arena perlombaan. Keikutsertaan aktif ini sekaligus menjadi ruang belajar langsung bagi mereka dalam mendalami tradisi karapan sapi.
”Mereka tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga ikut menjalankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Madura,” lanjutnya.
Ia berharap konsistensi keterlibatan anak muda ini dapat terus terjaga, sehingga karapan sapi tak sekadar lestari sebagai identitas budaya Madura, tetapi juga tetap dikenal kokoh oleh generasi-generasi mendatang. (Red-Garudasatunews)














