MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar tes urine bagi warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan internal untuk memastikan lapas tetap bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Tes urine dilakukan secara acak terhadap sejumlah warga binaan dan melibatkan petugas terkait dalam proses pemeriksaan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pencegahan yang diterapkan Lapas Mojokerto guna mengantisipasi potensi pelanggaran hukum di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba. Hasil tersebut memperkuat komitmen Lapas Mojokerto dalam menjaga kondisi keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung program pemberantasan narkotika yang menjadi prioritas nasional.
Pihak lapas menegaskan bahwa tes urine bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instrumen pengawasan yang memiliki fungsi penting dalam mendeteksi potensi penyalahgunaan narkotika sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk evaluasi terhadap efektivitas sistem pembinaan yang diterapkan kepada warga binaan.
Dari sudut pandang pengawasan pemasyarakatan, pelaksanaan tes urine secara berkala dinilai penting untuk menjaga integritas lembaga sekaligus mempersempit ruang gerak masuknya narkotika ke dalam lapas. Upaya deteksi dini tersebut berjalan seiring dengan berbagai langkah preventif lain yang selama ini dilakukan, seperti razia kamar hunian, pemeriksaan barang bawaan, hingga penguatan pengawasan internal.
Selain aspek keamanan, pelaksanaan tes urine juga memiliki dimensi pembinaan. Warga binaan didorong untuk menjalani masa pidana secara produktif dan menjauhi penyalahgunaan narkotika. Lingkungan lapas yang bebas narkoba dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Langkah Lapas Mojokerto tersebut sejalan dengan upaya berkelanjutan yang selama ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan. Berbagai kegiatan deteksi dini, mulai dari tes urine hingga razia rutin, terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
(Red-Garudasatunews)














