Tak Hanya Tiongkok, Kawasan Industri Wiraraja Madura Daya Tarik Investor Korea hingga Arab Saudi.

oleh -17 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKALAN, Garudasatunews.id — Laju industrialisasi di Pulau Madura resmi memasuki babak baru. Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura yang berlokasi di Kabupaten Bangkalan diproyeksikan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi daerah, sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia yang juga merupakan President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa keberhasilan proyek strategis ini membutuhkan sinergi kuat dari seluruh elemen masyarakat Jawa Timur.
“Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat Jawa Timur dan Madura, khususnya para tokoh dan kiai se-Madura. Misi utama kami adalah membawa Madura menuju industrialisasi tingkat dunia. Jika daerah lain bisa, Madura pasti bisa,” ujar Ma’ruf dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).

Terbuka untuk Investor Global, Tidak Hanya China :
Kawasan industri ini sebelumnya menyita perhatian publik usai penandatanganan kesepakatan antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee, serta bergabungnya perusahaan ke dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Kemitraan tersebut membuka jalan masuknya berbagai klaster manufaktur padat karya asal Tiongkok, mulai dari industri pengolahan cokelat, matras, tekstil, hingga benang. Meski demikian, Ma’ruf meluruskan bahwa arah investasi kawasan terpadu ini sangat terbuka bagi investor global dari berbagai negara.
“Investasi yang kami tarik tidak terbatas dari China, tetapi juga mencakup Korea Selatan, Inggris, UEA, Arab Saudi, Qatar, Amerika Serikat, dan negara mitra lainnya,” tegas Ma’ruf.

Prioritaskan Pemberdayaan Putra-Putri Daerah :
Bagi Ma’ruf, arus modal asing tidak boleh sekadar menguntungkan pemodal, melainkan harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga Madura melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan daya saing generasi muda.
“Kami ingin putra-putri Madura terlibat langsung dalam arus industrialisasi ini, sehingga kelak mereka yang memimpin pembangunan di tanah kelahirannya,” tuturnya.

Penyeimbang Peta Industri Berat Jawa Timur :
Mengintegrasikan sektor manufaktur, logistik, pergudangan, hingga energi ramah lingkungan, proyek terpadu ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa hadirnya kawasan industri di Bangkalan akan melengkapi sekaligus menyeimbangkan peta kekuatan ekonomi Jawa Timur yang selama ini berpusat di kawasan industri berat seperti Gresik.
“Pemerintah terus mendorong program Two Countries Twin Parks. Kehadiran Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi penyeimbang pertumbuhan ekonomi dan industri di Jawa Timur,” jelas Airlangga dalam acara penandatanganan kerja sama strategis di Jakarta.

Guna memastikan percepatan proyek, Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama Pemprov Jawa Timur berkomitmen mempermudah dan mempercepat proses perizinan. Langkah ini diyakini akan menciptakan multiplier effect mendalam, mulai dari lahirnya wirausaha baru, penguatan rantai pasok logistik, hingga pemerataan ekonomi di seluruh penjuru Madura.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.