423 Petugas Haji Disiapkan, Layanan Disorot Ketat

oleh -31 Dilihat
oleh
423 Petugas Haji Disiapkan, Layanan Disorot Ketat
Ilustrasi menunaikan ibadah haji. (AI)
banner 468x60

MADINAH, Garudasatunews.id – Sebanyak 423 tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi disiagakan untuk menyambut kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan mendarat pada 22 April 2026 di Madinah.

Ratusan petugas yang terdiri dari warga negara Indonesia bermukim (mukimin) dan mahasiswa tersebut telah merampungkan bimbingan teknis intensif pada Minggu (19/4/2026). Mereka akan ditempatkan di dua titik krusial, yakni Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah.

Penugasan ini mencakup layanan strategis mulai dari penyambutan di bandara, pendampingan jemaah, hingga penanganan khusus bagi lansia dan kelompok risiko tinggi. Selain itu, petugas juga akan mengawal implementasi sistem Makkah Route yang menjadi bagian penting dalam mempercepat proses keimigrasian jemaah.

Kepala Kanselerai, Soeharyo Tri Sasongko, menegaskan bahwa tenaga pendukung merupakan garda terdepan yang menentukan kualitas layanan di lapangan. Posisi mereka yang bersentuhan langsung dengan jemaah dinilai krusial dalam menjaga standar pelayanan.

“Petugas ini menjadi ujung tombak. Mereka harus sigap, ramah, dan profesional karena berinteraksi langsung dengan jemaah,” ujarnya saat pengarahan.

Distribusi personel dilakukan secara terukur di titik-titik padat aktivitas, seperti terminal kedatangan, pemondokan, serta layanan khusus disabilitas. Namun demikian, kesiapan teknis dan koordinasi lintas otoritas menjadi aspek yang turut disorot mengingat kompleksitas operasional di lapangan.

Para petugas juga dibekali pemahaman prosedur layanan terintegrasi, mulai dari penempatan jemaah hingga distribusi konsumsi. Standar ini mengacu pada kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang menuntut efisiensi dan profesionalitas tinggi dalam pelayanan.

Arahan penguatan sinergi juga disampaikan oleh Gus Irfan, yang meminta seluruh elemen petugas meningkatkan koordinasi serta respons cepat terhadap kendala di lapangan.

Dengan mengandalkan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya lokal, tenaga mukimin dan mahasiswa diharapkan mampu mengantisipasi berbagai persoalan, termasuk kebutuhan jemaah asal daerah seperti Jawa Timur yang memiliki karakteristik pelayanan tersendiri.

Meski kesiapan dinyatakan telah mencapai tahap akhir, efektivitas pelaksanaan di lapangan masih menjadi ujian utama. Kedatangan kloter pertama pada 22 April akan menjadi tolok ukur awal keberhasilan sistem layanan yang telah disusun.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.