37 Kali Terjadi Sepanjang Agustus, BPBD Pamekasan Peringatkan Bahaya Karhutla

oleh -93 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mencatat adanya peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang periode 1–23 Agustus 2026, tercatat 37 kejadian yang tersebar di 18 desa dan kelurahan, mencakup enam kecamatan: Galis, Larangan, Pademawu, Palengaan, Pamekasan, serta Tlanakan.

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi lahan yang kering.

“Kami imbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kita hindari karhutla demi tetap lestarinya alam dan kondusifnya situasi, sehingga Pamekasan aman dari bencana,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Pencegahan tidak dilakukan sendiri, BPBD telah menjalin koordinasi erat bersama TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, serta instansi terkait untuk melakukan langkah bersama.
“Kami juga sudah saling berkoordinasi dengan TNI, Polri dan Damkar serta pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” tambah Dhofir.

Berdasarkan data yang tercatat, sebagian besar titik terbakar merupakan lahan tertumbuhi bambu dan rumput ilalang, dengan luasan bervariasi dari ratusan hingga ribuan meter persegi. Salah satu kejadian terluas terjadi pada 15 Agustus di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, dua titik kebakaran lahan ilalang masing-masing menghanguskan sekitar 3.000 meter persegi.

Aktivitas api juga cukup intens pada 14 Agustus, saat kebakaran tercatat meluas di sejumlah lokasi di Kecamatan Pamekasan, Pademawu, dan Tlanakan. Kejadian terbaru terjadi pada 23 Agustus di Jalan Kangenan Gang II, Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan, berupa kebakaran lahan bambu seluas sekitar 200 meter persegi.

Meski jumlah kejadian cukup banyak, seluruh api berhasil dipadamkan dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan. BPBD bersama unsur terkait juga telah menyebarkan pamflet himbauan ke titik-titik rawan. Pemerintah daerah berharap peran aktif masyarakat menjadi kunci untuk menekan angka karhutla di musim kemarau ini. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.