350 SMK Jatim Siapkan Servis Gratis 8.100 Motor

oleh -23 Dilihat
oleh
350 SMK Jatim Siapkan Servis Gratis 8.100 Motor
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Sebanyak 350 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur bersama mitra industri menyiapkan layanan servis sepeda motor gratis bagi masyarakat dengan target mencapai 8.100 unit. Program tersebut digelar serentak pada Kamis, 8 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Layanan tersebut dipusatkan di bengkel-bengkel SMK yang memiliki kompetensi Teknik Sepeda Motor (TSM). Masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini dapat mendatangi sekolah penyelenggara sesuai wilayah masing-masing.

Dinas Pendidikan Jawa Timur menyebut program tersebut bukan sekadar layanan gratis, tetapi juga menjadi ruang pembuktian kompetensi pendidikan vokasi. Siswa SMK mendapat kesempatan menerapkan keterampilan secara langsung dalam pekerjaan yang mendekati kondisi dunia industri, sementara masyarakat memperoleh manfaat berupa layanan perawatan kendaraan tanpa biaya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari konsep pendidikan vokasi berdampak. Pembelajaran di SMK, menurutnya, lebih menitikberatkan praktik dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Di Jawa Timur tercatat 426 SMK yang memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor dengan total 57.094 siswa. Dari jumlah tersebut, 350 SMK dilibatkan dalam program servis gratis dengan sekitar 55.035 siswa. Target 8.100 kendaraan terdiri atas 2.795 unit yang ditangani SMK negeri dan 5.305 unit oleh SMK swasta.

Namun, pelaksanaan program juga menyimpan aspek penting terkait pengawasan kualitas. Dinas Pendidikan Jatim sebelumnya menyatakan pemilihan sekolah dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan satuan pendidikan dan kompetensi peserta didik. Pendampingan tenaga ahli dari dunia usaha dan dunia industri juga didorong untuk memastikan proses servis berjalan sesuai standar.

Layanan yang diberikan pada prinsipnya berupa servis ringan atau tune-up. Apabila ditemukan komponen kendaraan yang perlu diganti, seperti busi, penggantian tersebut tidak otomatis menjadi bagian dari layanan gratis. Komponen pengganti akan ditawarkan kepada pemilik kendaraan setelah ada rekomendasi teknisi dan persetujuan pemilik.

Dindik Jatim juga menyatakan angka 8.100 kendaraan merupakan target minimal dan masih dapat bertambah sesuai kemampuan masing-masing sekolah. Mekanisme pendaftaran diserahkan kepada satuan pendidikan karena kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah berbeda.

Program ini sekaligus menjadi ujian terbuka bagi pendidikan vokasi Jatim. Tidak hanya soal jumlah kendaraan yang berhasil diservis, keberhasilannya akan ditentukan oleh kualitas pekerjaan, pengawasan teknis, transparansi layanan, serta kemampuan sekolah memastikan masyarakat benar-benar memperoleh manfaat.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: pelayanan kepada masyarakat, penguatan kompetensi siswa, dan keterhubungan SMK dengan dunia industri. Jika berjalan sesuai target, ribuan kendaraan masyarakat akan memperoleh layanan perawatan sekaligus menjadi bagian dari praktik nyata pendidikan vokasi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.