SURABAYA, Garudasatunews.id – Sebanyak 339 pelajar dari 83 sekolah menengah di Jawa Timur mengikuti Lomba Peneliti Belia Jawa Timur Ubaya 2026. Dalam kegiatan yang diselenggarakan Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Center for Young Scientists (CYS) tersebut, para peserta mempresentasikan 180 judul penelitian dari 10 bidang keilmuan.
Kegiatan ini dibuka pada Jumat (30/10/2026) di Gedung Perpustakaan Lantai 5, Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya. Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menguji gagasan, memaparkan hasil penelitian, sekaligus memperoleh masukan melalui diskusi dengan para pakar.
Sepuluh bidang penelitian yang dipresentasikan meliputi Matematika, Fisika, Komputer, Lingkungan, Ilmu Hayati, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Psikologi.
Direktur Center for Young Scientists, Monika Raharti, Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi atau kemenangan peserta. Menurutnya, forum ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mempertemukan pelajar dengan para pakar.
Ia mendorong para peserta agar tidak hanya menunjukkan hasil penelitian masing-masing, tetapi juga mempelajari karya peserta lain dan aktif berdiskusi.
Menurut Monika, penyelenggaraan Lomba Peneliti Belia Jawa Timur Ubaya 2026 bertujuan menjembatani minat penelitian siswa sekolah menengah dengan ekosistem riset yang lebih luas di lingkungan perguruan tinggi.
Dari berbagai hasil penelitian yang dipaparkan, ia melihat para pelajar telah menunjukkan kepekaan terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Bahkan, di usia sekolah menengah, para peserta dinilai telah mampu menyusun metode pemecahan masalah secara bertanggung jawab dengan dukungan penelitian dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dorong Budaya Riset Sejak Bangku Sekolah
Keterlibatan ratusan pelajar dari puluhan sekolah tersebut memperlihatkan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan penelitian sejak dini.
Penelitian tidak hanya menjadi aktivitas akademis, tetapi juga sarana melatih kemampuan mengidentifikasi persoalan, mengolah informasi, menyusun analisis, serta menawarkan solusi berdasarkan bukti ilmiah.
Melalui forum seperti ini, pelajar diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal dunia penelitian dan membangun kesiapan menghadapi tantangan pendidikan maupun perkembangan ilmu pengetahuan.
Selain itu, keterhubungan antara sekolah dan perguruan tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun keberlanjutan budaya riset di Jawa Timur.
Lomba Peneliti Belia Jawa Timur Ubaya 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan mampu menjadi pintu masuk bagi pengembangan potensi peneliti muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, lingkungan, ekonomi, dan teknologi.
Partisipasi 339 pelajar dengan 180 penelitian tersebut menjadi gambaran bahwa minat generasi muda terhadap kegiatan ilmiah perlu terus difasilitasi melalui pendampingan, ruang diskusi, serta kesempatan mengembangkan hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Red-Garudasatunews)












