3.000 Santri Tebuireng Mudik Bareng Naik 78 Bus

oleh -43 Dilihat
oleh
3.000 Santri Tebuireng Mudik Bareng Naik 78 Bus
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz bersama pengurus melepas keberangkatan santri menuju kampung halaman, Rabu (11/3/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mulai meninggalkan kompleks pesantren pada Rabu pagi (11/3/2026) untuk pulang ke kampung halaman dalam program mudik bersama menjelang libur panjang Ramadhan dan Idulfitri.

Puluhan bus yang mengangkut para santri diberangkatkan dari area parkir makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kawasan Tebuireng. Rombongan kemudian melintasi Jalan Raya Cukir, menuju Jalan Irian Jaya, sebelum masuk ke jalur tol Trans Jawa menuju berbagai daerah tujuan.

Prosesi keberangkatan diwarnai pelepasan langsung oleh jajaran pengurus pesantren. Sejumlah pengasuh berdiri di tepi jalan melambaikan tangan kepada para santri yang mulai meninggalkan kompleks pondok.

Di antara yang hadir tampak pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin serta KH Fahmi Amrullah Hadzik yang merupakan pengasuh Pesantren Tebuireng Putri.

Para santri yang berada di dalam bus terlihat membalas lambaian tangan pengurus sebagai tanda perpisahan sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing.

Salah satu santri, Haidar (15), asal Bojonegoro mengaku telah bersiap sejak pagi untuk mengikuti keberangkatan tersebut. Santri SMP A Wahid Hasyim Tebuireng itu membawa tas besar berisi perlengkapan pribadi untuk masa libur selama tiga minggu.

“Liburnya sampai tiga minggu. Tanggal empat April kembali ke pesantren,” ujarnya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan bus yang membawa para santri mulai bergerak secara bertahap menuju berbagai kota tujuan. Di bagian depan iring-iringan kendaraan terpasang spanduk bertuliskan “Pulang Bareng Pesantren Tebuireng”.

Data pesantren mencatat sekitar 3.000 santri diberangkatkan menggunakan 78 unit bus menuju berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari daerah di Pulau Jawa hingga sejumlah wilayah di Sumatra dan Nusa Tenggara Barat.

Para santri dijadwalkan menjalani masa libur selama tiga minggu sebelum kembali ke pesantren pada 4 April 2026.

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz menjelaskan program mudik bersama tersebut melibatkan sekitar 3.300 santri dari total sekitar 9.000 santri yang menempuh pendidikan di pesantren tersebut.

Para santri yang pulang berasal dari berbagai daerah, terutama wilayah Jawa Timur, sejumlah kota di Pulau Jawa, kawasan Jabodetabek, hingga Sumatra dan NTB.

Gus Kikin menegaskan pihak pesantren juga memberikan pesan khusus kepada para santri agar tetap menjaga nilai-nilai keagamaan serta adab yang telah dipelajari selama berada di lingkungan pesantren.

“Pesan kepada santri agar tetap menjaga nilai tata krama dan adab ketika kembali ke masyarakat sudah kami sampaikan,” ujarnya.

Ia berharap masa libur tidak hanya dimanfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para santri menerapkan nilai pendidikan yang telah diperoleh selama belajar di pesantren. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.