Pemuda Pacitan Hilang Lima Hari, Ditemukan Tewas

oleh -166 Dilihat
oleh
Pemuda Pacitan Hilang Lima Hari, Ditemukan Tewas
Korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD dr Darsono. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

PACITAN, Garudasatunews.id – Misteri hilangnya seorang pemuda di Kabupaten Pacitan selama lima hari berakhir tragis setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tepi Sungai Grindulu, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Selasa (10/3/2026) sore.

Korban diketahui bernama Dinar Adjie Mukti Wibowo (21), warga Lingkungan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan.

Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Choirul Maskanan menjelaskan korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Kamis pagi, 5 Maret 2026. Saat itu sekitar pukul 05.30 WIB korban keluar rumah, namun tidak pernah kembali.

Keluarga sempat berupaya mencari keberadaan korban dengan mendatangi sejumlah kerabat, teman, hingga lokasi tempat korban bekerja. Karena tidak juga ditemukan, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Keluarga sempat berusaha mencari keberadaan korban dengan menanyakan kepada teman serta tempat kerjanya. Namun karena tidak juga ditemukan, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian,” ujar Choirul, Rabu (11/3/2026).

Jasad korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh seorang warga yang tengah mencari rumput di area tepi Sungai Grindulu, Desa Kembang. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk.

Warga yang menemukan jenazah tersebut segera melaporkan temuan itu kepada perangkat desa dan pihak kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jenazah ke Instalasi Kamar Jenazah RSUD dr. Darsono Pacitan.

“Setelah dilakukan identifikasi oleh keluarga di RSUD Pacitan, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Dinar Adjie Mukti Wibowo,” jelasnya.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos lengan pendek warna hitam, celana jeans biru tua, celana pendek motif kotak-kotak hitam putih, serta celana dalam berwarna hitam.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah sehingga tidak dilakukan proses autopsi terhadap jenazah.

Setelah proses pemulasaran selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman informasi terkait peristiwa tersebut. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.