24 Ribu Jemaah Umrah RI Sudah Pulang

oleh -38 Dilihat
oleh
24 Ribu Jemaah Umrah RI Sudah Pulang
Kepulangan jemaah umrah ke Indonesia. [Foto: Kemenhaj]
banner 468x60

JEDDAH, Garudasatunews.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mencatat sebanyak 24.022 jemaah umrah asal Indonesia telah kembali ke Tanah Air hingga 12 Maret 2026. Proses pemulangan dilakukan melalui pengawasan intensif di sejumlah bandara utama Arab Saudi guna memastikan perjalanan jemaah berlangsung aman dan tertib.

Data kumulatif tersebut menunjukkan arus kepulangan jemaah umrah dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, menuju berbagai embarkasi di Indonesia berjalan relatif lancar di bawah pengawasan petugas.

Dalam tiga hari terakhir, yakni periode 10 hingga 12 Maret 2026, tercatat sebanyak 3.441 jemaah dipantau langsung oleh petugas selama proses kepulangan. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama proses keberangkatan dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Pendampingan itu juga mencakup ribuan jemaah asal Jawa Timur yang tiba melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, sebagai salah satu pintu utama kedatangan jemaah umrah dari kawasan Timur Tengah.

Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, M. Ilham Effendy, menegaskan petugas di lapangan terus bersiaga untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala teknis, terutama yang berkaitan dengan jadwal penerbangan.

“Petugas terus melakukan pengawasan lapangan serta berkoordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah agar setiap kendala yang dialami jemaah dapat segera ditangani,” ujar Ilham dalam keterangan resmi di Jeddah, Kamis (12/3/2026).

Di lapangan, petugas sempat menemukan sejumlah hambatan perjalanan, termasuk penyesuaian jadwal kepulangan akibat pembatalan penerbangan secara sepihak oleh pihak maskapai. Kondisi tersebut sempat memicu perubahan jadwal bagi sebagian jemaah yang hendak kembali ke Indonesia.

Namun, melalui koordinasi cepat antara KUH Jeddah, otoritas bandara, serta biro perjalanan umrah, jemaah yang terdampak akhirnya memperoleh kepastian jadwal penerbangan pengganti.

Langkah koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan para jemaah tidak terlantar di area bandara dalam waktu lama sekaligus menjamin hak-hak mereka tetap terlindungi selama berada di luar negeri.

“Alhamdulillah, melalui koordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, dan penyelenggara perjalanan umrah, jemaah yang sempat mengalami keterlambatan akhirnya dapat dipulangkan dengan aman,” jelas Ilham.

Pengawasan intensif tersebut menjadi bagian dari standar pelayanan minimum yang diterapkan pemerintah selama musim umrah 2026. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh rangkaian perjalanan ibadah jemaah, termasuk proses kepulangan, berlangsung aman, tertib, dan nyaman hingga tiba di daerah asal masing-masing. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.