201 Siswa Kediri Diduga Terdampak Usai Santap Menu MBG

oleh -40 Dilihat
oleh
201 Siswa Kediri Diduga Terdampak Usai Santap Menu MBG
Siswa diduga keracunan MBG di Kediri jalani perawatan
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Sedikitnya 201 pelajar dari SMP Negeri 1 Kras dan MI Al Barokah, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (23/7/2026). Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.

Berdasarkan data sementara, para siswa mengalami keluhan berupa mual, sakit perut, diare, hingga pusing. Pemerintah daerah belum menyatakan kejadian tersebut sebagai keracunan makanan karena hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.

Kepala SMP Negeri 1 Kras, Soedjito, menegaskan pihak sekolah belum dapat menyimpulkan sumber penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Menurutnya, seluruh proses penanganan diserahkan kepada tim kesehatan yang sedang melakukan pemeriksaan.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas. Setelah hasilnya keluar, baru akan ditindaklanjuti sesuai rekomendasi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan pusing pada Kamis siang setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sebagian meminta izin pulang lebih awal, sementara pada hari berikutnya jumlah siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit dilaporkan bertambah.

Soedjito juga menyebut sebagian siswa memilih tidak mengambil menu MBG pada hari-hari berikutnya karena masih merasa khawatir. Namun, masih ada siswa lain yang tetap menerima makanan program tersebut.

Pihak sekolah meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Menurutnya, kemungkinan penyebab keluhan kesehatan masih harus ditelusuri secara menyeluruh oleh tenaga medis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib mengatakan laporan mengenai dugaan insiden tersebut baru diterima pada Senin (27/7/2026). Setelah menerima informasi, tim investigasi langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penelusuran.

“Kami baru menerima laporan siang tadi sehingga langsung memerintahkan tim turun melakukan investigasi. Informasi sementara memang mengarah pada siswa yang mengonsumsi menu MBG pada Kamis, tetapi kami masih mengumpulkan seluruh data,” katanya.

Menurut Ahmad Khotib, laporan sementara menunjukkan siswa mulai merasakan gejala pada sore hingga malam hari setelah mengonsumsi makanan. Hingga proses pendataan berlangsung, tercatat 201 siswa dari dua sekolah mengalami keluhan kesehatan.

Selain melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak, Dinas Kesehatan juga menelusuri kemungkinan adanya pasien yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan serta melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia layanan makanan program MBG.

Pemeriksaan tersebut dilakukan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Apabila dalam proses investigasi ditemukan indikasi yang mengharuskan penghentian sementara operasional penyedia layanan, langkah tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi mengenai hasil uji laboratorium maupun penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan investigasi masih berlangsung untuk memastikan sumber kejadian sekaligus menentukan langkah penanganan dan pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

*(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.