14 Kloter Haji Gelombang Kedua Diberangkatkan ke Madinah

oleh -29 Dilihat
oleh
14 Kloter Haji Gelombang Kedua Diberangkatkan ke Madinah
Para petugas haji melepas pergeseran jemaah haji gelombang dua dari Makkah menuju Madinah.
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi resmi memulai proses pemindahan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah Al-Munawwarah, Minggu (7/6/2026). Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan diberangkatkan secara bertahap dengan pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan, kesehatan, dan layanan transportasi jemaah.

Pemberangkatan perdana diawali oleh Kloter JKG 18 yang membawa 439 jemaah menggunakan 11 unit bus. Proses pelepasan dilakukan dari kawasan pemondokan Manazel Al Hoor Hotel 2, Misfalah, Sektor 7 Makkah dan dipantau langsung oleh petugas Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan seluruh pergerakan armada diatur hanya hingga pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi risiko perjalanan malam hari yang berpotensi memengaruhi keselamatan jemaah maupun pengemudi bus.

“Pada hari pertama pemberangkatan gelombang kedua, proses keberangkatan telah dimulai dari Kloter JKG 18 dengan jumlah 439 jemaah yang diberangkatkan menggunakan 11 bus,” kata Ihsan Faisal.

Berbeda dengan fase kedatangan sebelumnya, pada proses perpindahan menuju Madinah seluruh jemaah diwajibkan membawa perlengkapan pribadi beserta koper bagasi besar seberat maksimal 32 kilogram. Seluruh bagasi ditempatkan langsung di ruang penyimpanan bus guna menghindari penumpukan jemaah di area hotel.

PPIH juga menerapkan prosedur khusus dalam proses naik kendaraan. Prioritas diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, kemudian jemaah perempuan, disusul jemaah laki-laki, sebelum ketua rombongan dan ketua kloter memasuki bus.

Menurut Ihsan, langkah tersebut merupakan bagian dari standar operasional pelayanan dan keselamatan yang diterapkan selama proses perpindahan antarkota.

Selain itu, tim kesehatan PPIH melakukan pemeriksaan kondisi jemaah sebelum keberangkatan. Hanya jemaah yang dinyatakan layak melakukan perjalanan atau fit to travel yang diizinkan berangkat menuju Madinah.

Sementara itu, jemaah yang masih menjalani perawatan medis atau membutuhkan pengawasan kesehatan intensif tetap berada di Makkah hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Mengantisipasi cuaca panas di Madinah, PPIH mengimbau jemaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak melakukan aktivitas di luar pemondokan tanpa pendamping atau anggota regu. Petugas juga mengingatkan jemaah untuk menghafal nama hotel dan sektor tempat menginap guna memudahkan proses identifikasi apabila mengalami kesulitan menemukan lokasi penginapan.

“Hotel-hotel di Madinah tidak menggunakan sistem penomoran seperti di Makkah. Karena itu, jemaah diminta mengingat nama hotel dan sektornya agar mudah mendapatkan bantuan petugas apabila diperlukan,” ujar Ihsan.

Dalam kesempatan yang sama, PPIH memastikan seluruh jemaah haji reguler gelombang kedua akan memperoleh kesempatan melaksanakan ibadah di Raudhah, Masjid Nabawi, melalui mekanisme perizinan resmi yang telah dikoordinasikan dengan otoritas Arab Saudi.

Khusus bagi jemaah lansia dan pengguna kursi roda, telah disiapkan pengaturan waktu serta jalur layanan khusus guna mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah dan mengurangi hambatan selama antrean menuju Raudhah.

PPIH berharap seluruh rangkaian perjalanan jemaah dari Makkah menuju Madinah dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga menjelang kepulangan ke Tanah Air.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.