100 Pedagang CFD Kediri Dibina, Pemkot Perketat Penataan Kawasan

oleh -31 Dilihat
oleh
100 Pedagang CFD Kediri Dibina, Pemkot Perketat Penataan Kawasan
Pemerintah Kota Kediri mulai melakukan penataan kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho dengan memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha mikro
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota Kediri mulai menata kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho dengan melakukan pembinaan terhadap 100 pelaku usaha mikro. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan kawasan CFD yang lebih tertib, bersih, nyaman, sekaligus tetap mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pembinaan yang digelar Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Rabu (1/7/2026), diikuti pedagang yang beraktivitas di sepanjang kawasan perempatan Aris Motor hingga depan Soto Pojok. Kegiatan itu menjadi tahap awal sebelum penataan ulang kawasan diberlakukan.

Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi, mengatakan penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama CFD sebagai ruang publik yang mendukung gaya hidup sehat, mengurangi polusi udara, sekaligus menjadi tempat interaksi masyarakat yang aman dan nyaman.

Menurutnya, aktivitas perdagangan tetap difasilitasi, namun harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah menargetkan kawasan CFD berkembang menjadi sentra kuliner yang tertata sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung maupun pelaku usaha.

Dalam pembinaan tersebut, pedagang diberikan pemahaman mengenai aturan penempatan lapak, pengaturan jarak antarpenjual, serta kewajiban menyediakan tempat sampah bagi pedagang makanan yang melayani konsumsi di lokasi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketertiban sekaligus menjaga kebersihan kawasan.

Selain penataan lapak, Dinkop UMTK juga melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui fasilitasi pengurusan sertifikasi halal dan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pendataan yang lebih akurat dinilai penting untuk mendukung program pembinaan dan peningkatan daya saing usaha mikro secara berkelanjutan.

Koordinator Paguyuban Pedagang CFD Jalan Dhoho, Bayu, menyatakan para pelaku UMKM menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai keberadaan CFD selama ini telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan pedagang, sehingga penataan diperlukan agar aktivitas usaha berlangsung lebih tertib.

Bayu mengungkapkan sebelum dilakukan pembinaan masih ditemukan sejumlah persoalan, di antaranya klaim sepihak atas lapak, penguasaan lebih dari satu lokasi berjualan, hingga rendahnya kepatuhan terhadap aturan kebersihan. Padahal, Pemerintah Kota Kediri telah menyediakan lapak berukuran 1,5 x 1,5 meter secara gratis bagi warga Kota Kediri yang memenuhi persyaratan untuk berjualan di kawasan CFD.

Sebagai koordinator yang membina sekitar 150 pelaku UMKM, Bayu juga mengaku turut membantu pemerintah mengawasi dugaan praktik jual beli lapak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab agar tidak merugikan pedagang lain maupun masyarakat.

Pemerintah Kota Kediri berharap penataan kawasan Car Free Day di Jalan Dhoho mampu menciptakan ruang publik yang lebih tertib, aman, bersih, dan nyaman, sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai destinasi kuliner yang mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.