
SURABAYA, Garudasatunews.id – Perayaan ulang tahun ke-8 gim PUBG Mobile di Grand City Convex Surabaya, Sabtu malam (28/3/2026), berlangsung spektakuler dengan menghadirkan 1.500 drone yang menghiasi langit kota. Ribuan pengunjung memadati lokasi acara, memicu lonjakan kerumunan yang menunjukkan besarnya basis penggemar sekaligus potensi ekonomi dari industri e-sports di Indonesia.
Atraksi drone dalam jumlah besar itu tidak sekadar hiburan visual, tetapi juga diklaim sebagai upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pertunjukan drone terbanyak pada malam hari. Proses verifikasi dilakukan secara manual dengan pengawasan ketat, menandakan skala acara yang tidak biasa dan sarat ambisi pencitraan industri.
Selain pertunjukan drone, rangkaian acara juga diisi parade cosplayer, konser musik, hingga Grand Final 2026 PMPL ID Spring. Kompetisi tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan intensitas persaingan tinggi di ranah profesional, sekaligus mempertegas posisi PUBG Mobile sebagai salah satu penggerak utama ekosistem e-sports nasional.
Project Manager PUBG Mobile Indonesia, Adi Eka Putra, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan pasar sekaligus mempertahankan loyalitas pemain. Ia menegaskan komitmen pengembang untuk terus menghadirkan inovasi, baik bagi pemain kasual maupun komunitas hardcore.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, langkah agresif ekspansi industri gim juga mendapat sorotan. Pemerintah melalui Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, secara terbuka memberikan dukungan, bahkan menyebut industri gim sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Pernyataan ini mengindikasikan adanya dorongan serius untuk menjadikan sektor digital sebagai tulang punggung ekonomi masa depan.
Indonesia sendiri saat ini menempati posisi kedua sebagai pasar gamer terbesar di dunia setelah China. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar, namun sekaligus tantangan, terutama dalam mengalihkan peran pengguna dari sekadar konsumen menjadi kreator dan pemilik aset digital.
Dorongan untuk mengembangkan konten dan aset digital dinilai krusial agar industri ini tidak hanya menguntungkan pihak pengembang global, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku lokal. Tanpa strategi tersebut, dominasi pasar justru berpotensi memperlemah kemandirian industri digital nasional.
Dengan skala acara yang masif dan dukungan pemerintah yang semakin terbuka, perayaan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sinyal kuat bahwa industri e-sports tengah bergerak menuju fase komersialisasi yang lebih serius dan terstruktur di Indonesia. (Red-Garudasatunews)















